<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378</id><updated>2012-02-16T04:36:13.300-08:00</updated><category term='Danau pauh'/><title type='text'>FAHMAN INSTITUT</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6598413562566032268</id><published>2010-06-11T20:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T20:30:47.397-07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN KAUM MUDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/TBL-YA5h9GI/AAAAAAAAAJo/faRuq8k7W6w/s1600/FAHMAN.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/TBL-YA5h9GI/AAAAAAAAAJo/faRuq8k7W6w/s320/FAHMAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481723384974931042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gegap gempita dan euphoria  peringatan HARI BESAR NASIONAL dan  hut  proklamasi kemerdekaan republik indonesia  setiap tanggal 17 agustus selalu membahana diseluruh penjuru nusantara pada setiap tahunnya, tak pelak peringatan ini menghamburkan dana dan mengalirkan hujan keringat serta air mata  haru bagi rakyat indonesia khususnya  banyak kegiatan dan perlombaan yang memupuk rasa kebersaman dan persatuan namun tak mampu memupuk secara maksimal rasa nasionalisme dan keinginan untuk memiliki secara utuh dan menjadi bangsa indonesia seutuhnya, karena setiap kegiatan yang diadakan hanya sebagai hiburan belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jarang sekali kita temui  suatu kegiatan yang bertujuan menciptakan sebuah perubahan untuk kemajuan negeri tercinta ini misalnya pemberantasan korupsi hanya menjadi tugas penegak hukum tidak banyak peran masyarakat disana, pembasmian pelaku illegal loging yang mengancam ekosistem dan salah satu penyebab perubahan iklim juga hanya menjadi peran penegak hukum. &lt;br /&gt;Momentum peringatan sepuluh tahun reformasi, enam puluh tiga tahun kemerdekan republik indonesia dan satu abad kebangkitan nasional beberapa waktu tahun yang semestinya membawa bangsa ini kedalam proses konsolidasi demokrasi yang lebih dewasa. Namun hingga detik ini cita-cita reformasi belum bisa menunjukkan peran yang berarti untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi republic ini  Reformasi Hanya Menciptakan Politisi-Politisi Baru Dengan Berbagai watak,dan tingkah laku  namun reformasi belum bisa menciptakan seorang negarawan sejati, terbukti dengan belum puasnya beberapa kalangan  masyarakat seperti ,rakyat miskin, kaum petani dan nelayan, kaum buruh dan pekerja  bahkan pelaku reformasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa amanah reformasi yang menjadi inspirasi  perjuangan elemen muda yang berbalutkan almamater disaat runtuhnya rezim tiran orde baru yang berkuasa selama tiga puluh dua tahun  belum bisa seutuhnya diwujudkan  menjadi sebuah kenyataan. Penegakan hukum terkesan tebang pilih dan bermuatan politis, pemberantasan korupsi belum menyentuh koruptor kakap, penyelesaian kasus ham  yang masih dianggap baru sebatas wacana. Belum stabilnya  harga bahan kebutuhan pokok, tingkat kriminalitas yang begitu tinggi, pembangunan infrastruktur yang belum merata, pengembangan sumber daya manusia belum maksimal, tingkat pengangguran yang merata diseluruh daerah, pemberantasan kemiskinan yang juga belum maksimal ,asset-aset vital negara seperti pertambangan energi, teknologi komunikasi dan informasi mayoritas dikuasi oleh perusahaan  asing. Persoalan kebangsaan yang begitu pelik dan rumitnya ini  ibarat menyulam dengan benang yang kusut mengurainya bukan suatu hal yang sederhana jika ditarik benang yang satu maka benang yang lain akan putus atau semakain kusut solusinya adalah dengan mangganti dengan benang yang baru agar bisa menyelesaikan sulaman yang lain.  Sudah semestinya kita  harus memiliki komitmen besar untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada  agar generasi muda negeri ini bisa menatap masa depan yang cerah, mungkin sudah saatnya  kita mempertimbangkan kepemimpinan kaum muda yang masih memiliki semangat dan energi positif dengan  idialisme  yng ada serta belum memiliki dosa-dosa politik  masa lalu apalagi kaum muda selalu meneriakan tuntutan perubahan walaupun  dengan cara revolusi gerakan kaum muda asalkan kesejahteraan dan kemakmuran bisa terwujud tidak akan menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepeloporan kaum muda bukan saja bergema akhir-akhir ini namun jauh sejak awal mula berdirinya bangsa ini  ketika didirikannya organisasi boedi oetomo pada tahun 1908 sehingga melahirkan tokoh-tokoh muda pada masa setelah itu seperti soekarno dan muhammad hatta.&lt;br /&gt;Bergulirnya kembali wacana kepemimpinan muda bukan tidak berdasar dan memiliki alasan yang kuat namun merupakan sebuah keniscayaan untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri republik ini yang diantaranya ingin “mandiri dibidang ekonomi, berdaulat dibidang politik dan berkepribadian dalam social dan budaya”.   Untuk menyambut perkembangan yang begitu pesat dan serba mengandalkan sistim  teknologi informasi yang modern serta berubah begitu cepaatnya tantu kita harus mengembangkan program  pendidikan yang berkualitas berbasis kompetensi agar tercipta sumberdaya manusia yang selalu muda dan bisa diandalkan dalam mewujudkan cita-cita tersebut, karena masih memiliki semangat yang menyala dan berapi-api .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri kekecewaan terhadap hegemoni  kaum tua yang masih menduduki kepemimpinan pemerintahan dan partai politik tertentu yang tidak memberikan ruang yang maksimal terhadap kaum muda  untuk ikut berkiprah sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki menjadi salah satu faktor yang menyebabkan  pemberontakan batin kaum muda untuk segera merebut tampuk kepemimpinan jika ini dibiarkan maka kegelisahan ini akan mengelinding seperti bola salju yang semakin lama semakin membesar dan menghantam pendahulunya yang selalu ingin berkuasa tampa secara serius ingin mewujudkan masyarakat adil dan makmur “gemah ripah loh jinawi”  tapi malah sebaliknya. Jika kondisi ini tidak disadari dan dibiarkan oleh seluruh stake holders bangsa ini maka  tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi revolusi gaya baru  sebuah  pemberontakan yang dilakukan oleh  kaum muda bukan dengan cara yang dilakukan ketika runtuhnya rezim orde lama dan terjungkalnya orde baru dan berganti dengan reformasi dimana kaum muda hanya dimanfaatkan oleh sebagian elit politik saja yang notabene bukan bagian dari orang-orang muda, tetapi revolusi kali ini adalah revolusi yang secara alamiah akan menyingkirkan kelompok dinasti lawas berganti dengan kaum muda yang memiliki konsep yang jelas dan begitu  setia  kepada  pancasila dan uud 1945 dalam upayanya untuk mewujudkan suatu negara dan bangsa yang adil, makmur, sentosa, dan mendapat limpahan rahmat, keberkatan/perlindungan, keridlaan, dan ampunan dari tuhan yang maha kuasa “baldatun toyyibatun worobbun ghofur” oleh karenanya pada pemilu 2009 yang akan kita songsong ini hendaknya menjadi momentum bagi kaum muda untuk menujukkan kekuatan dan kemampuan agar dapat merebut kekusaan tampa perlu menggunakan kekerasan  dan mengeluarkan darah setetes pun melainkan perang konsep   serta beradu peran  dan bekerja keras dalam memikat hati rakyat,  akankah kaum muda diberi kesempatan…? Atau akan munculnya sinergi antara kaum muda  dan tua ? Kita tunggu saja….&lt;br /&gt;namun selama matahari masih bersinar disitu akan muncul harapan baru karena…&lt;br /&gt;BERGERAK ADALAH PERJUANGAN,&lt;br /&gt;DIAM AKAN TERTINDAS.&lt;br /&gt;MUNDUR ADALAH PENGHIANATAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6598413562566032268?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6598413562566032268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6598413562566032268' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6598413562566032268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6598413562566032268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2010/06/kepemimpinan-kaum-muda.html' title='KEPEMIMPINAN KAUM MUDA'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/TBL-YA5h9GI/AAAAAAAAAJo/faRuq8k7W6w/s72-c/FAHMAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-3655313146715870473</id><published>2010-02-12T21:27:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T21:34:02.028-08:00</updated><title type='text'>MAU BAHAGIA KOK BERAT.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S3Y44Im3p8I/AAAAAAAAAJI/NzHft4A2hME/s1600-h/love3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 308px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S3Y44Im3p8I/AAAAAAAAAJI/NzHft4A2hME/s320/love3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437596137130796994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cuser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p.pself, li.pself, div.pself 	{mso-style-name:p_self; 	mso-style-unhide:no; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.textexposedshow 	{mso-style-name:text_exposed_show; 	mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	text-align:justify; 	line-height:150%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="pself" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Rasa itu ibarat magnet.jika sering berinteraksi maka suatu saat dia akan memiliki gaya tarik menrik antara yang satu dengan yang lainnya apalagi kalo ada daya gesekan yang cukup tinggi maka tegangan listriknya pun meningkat.,{"jangn ngeres dulu) untuk mandapatkan sesuatu yang lebih berharga tak jarang kita harus mengorbankan sesuatu yang kita miliki...sebab pilihan yang terbaik itu adalah apa yang tingkat kepastiannya tinggi dan yang memiliki kepastian tinggi itu adalah apa yang ada di depan mata kita...&lt;/p&gt;  &lt;p class="pself" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Teguhkan hati..tenangkan diri serahkan semua pada tuhan karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cinta itu akan hadir biasanya seiring dengan berjalannya waktu tapi yang berhak mengatur waktu itu adalah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang punya siapa kah dia .. Yaitu Allah pemilik jagat raya dan penggenggam hati manusia jadi percayakan pada yang maha kuasa untuk mengatur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;waktu kita sebab kita hanya memiliki hak prerogative yaitu merencanakan saja&lt;/p&gt;  &lt;p class="pself" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Kalau kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sudah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menyatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maju dalam suatu urusan yang berhubungan dengan masa depan yang tidak menentang agama jangan pernah sekali-sekali &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menoleh kebelakang karena itu salah satu prinsip hidup yang harus dimiliki manusia karena keberanian itu merupakan aqidah dan sangat mahal harganya dan tidak beli dengan sesuatu apapun dan berapapun&lt;/p&gt;  &lt;p class="pself" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Jika kita menoleh kebelakang tantangan kedepan akan semakin berat sebab bisa saja akan ada kerikil-kerikil kecil yang menghadang.. Sehingga harapan dan masa depan bisa tersendat dan terhenti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: normal; font-family: times new roman;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;"Kita akan merasa bahwa kita mebutuhkan sesuatu itu ketika ia telah pergi dan tidak lagi berada disamping kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;begitu juga dengan hal yang sering disebut dengan cinta”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: normal; font-family: times new roman;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: normal; font-family: times new roman;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Cinta itu seperti debu ... Suatu saat dia bisa suci dan bisa mensucikan unttuk bertayammum &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pengganti air wudlu namun pada saat yang lain dia juga bisa merusak,mengotori, merepotkan ,dan bisa juga bikin penyakit tergantung waktu dan penempatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;oleh karena itu hati-hati dengan cinta itu sendiri ia akan menjadi pisau bermata dua dan akan melukai kita dan orang lain. Jangan terlalu gampang mengatasanamakan cinta dan juga jangan terlalu cepat percaya sebab pada saat yang lain dia akan menjadi tabu, namun jika cinta itu dimanfaatkan oleh yang berhak dan bertanggung jawab maka ia akan menghiasi dunia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="pself"&gt;Ada yang bilang cinta itu seperti candu termasuk candu melakukan kamasiatan&lt;br /&gt;termasuk candu untuk menentang tuhan pemberi dan pemilik cinta sejati itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga telah mebuat orang menyembah 14 Februari setiap tahunnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebagai harinya cinta (valentine) harinya orang bercinta meski tanpa ikatan apa-apa cinta itu sesungguhnya adalah sebuah kata-kata tercela kecuali bagi orang yang pantas merasakan dan yang pantas menerima dan mengucapakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Cinta itu adalah kamksiatan bagi yang melupakan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;cinta itu kemunafikan bagi orang yang manafikan kebenaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;cinta itu neraka bagi orang yang bercinta tanpa merasa berdosa apalagi jika cinta menanamkan benih atas nam cinta yang mebuat kehidupan menjadi ternoda ..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;TIDAK SEMUA ORANG BERHAKMENDAPATKAN CINTA JIKA MANGATAS NAMAKAN TUHAN UNTUK MENGALALKAN CINTA SEHINGGA BEBAS BERCINTA TANPA MERASA TERCELA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ditulis oleh: FAHMAN HABIBI&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; facebook: fahmanjangkat@yahoo.co.id&lt;br /&gt;gambar diambil dari:http://images.google.co.id/imglanding?q=love&amp;imgurl=http://2.bp.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-3655313146715870473?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/3655313146715870473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=3655313146715870473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3655313146715870473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3655313146715870473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2010/02/mau-bahagia-kok-berat.html' title='MAU BAHAGIA KOK BERAT.'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S3Y44Im3p8I/AAAAAAAAAJI/NzHft4A2hME/s72-c/love3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-2860008482201648503</id><published>2010-02-05T18:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T18:11:23.686-08:00</updated><title type='text'>kisah tentang manusia ahli hikmah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S2zPvoGlbBI/AAAAAAAAAIw/TF0-p9DDUTg/s1600-h/keledai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 237px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S2zPvoGlbBI/AAAAAAAAAIw/TF0-p9DDUTg/s320/keledai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434947267455183890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Lukman Hakim memerintahkan anaknya yang dicintainya untuk mengambil seekor keledai. Sang anak memenuhi dan membawanya ke hariban sang ayah. Lukman menaiki keledai itu dan memerintahkan anaknya untuk menuntun keledai. Maka perjalanan pun dimulai. Keduanya berjalan melintasi perbukitan dan tanah-tanah tandus. Hingga suatu ketika mereka berdua melintasi kerumunan orang-orang banyak. Orang-orang yang menaksikan Lukman dan anaknya yang sedang melakukan perjalanan seperti merasa suatu hal yang aneh. Mereka saling mencibir dan berbisik-bisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang berteriak, lalu diikuti oleh kerumunan yang lain, "Anak kecil itu berjalan kaki, sedangkan orang-tuanya nangkring diatas keledai, alangkah kejam dan kasarnya ia. "lalu seorang berteria, "Hai, Lelaki tua tidak tahu diri! Kau biarkan dirimu naik diatas keledai sementara kau biarkan anakmu lelah lagi kepanasan. Lukman menghentikan keledainya. Lalu Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku? Lalu dengan sopan dan berbudi, si anak menyampaikan apa yang dikatakan oleh kerumunan orang-orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Lukman turun menuntun keledai. Sang anak ganti menaiki keledai. Keduanya lalu berjalan melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba mereka mencemooh sang anak seraya berkata, “Anak muda itu menaiki keledai, sedangkan orang tuanya berjalan kaki, alangkah jelek dan kurang ajar sang anak.” Lukman bertanya kepada anaknya, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?” Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Lukman dan anaknya sama-sama menaiki keledai berboncengan. Keduanya melewati keramaian di tempat lain, tiba-tiba orang-orang mencerca keduanya seraya berkata, “Betapa kejam kedua orang itu, merka menaiki seekor keledai, padahal mereka tidak sakit, dan tidak pula lemah.” Lukman bertanya kepada orang-orang, “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?” Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Lukman dan anaknya turun dari keledai. Keduanya berjalan turun dari keledai. Keduanya berjalan kaki sambil menuntutnya melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba orang-orang mengecam seraya berkata, “Subhanallah…… seekor himar yang sehat dan kuat berjalan? Sementara kedua orang itu menuntunnya, alangkah baiknya jika salah satu dar mereka menaikinya.” Lukman bertanya kepada anaknya,” “Bagaimana tanggapan orang-orang wahai anakku?” Sang anak kembali menyampaikan tanggapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Lukman pulang kembali ke rumah. Dalam perjalanan pulang, Lukman Hakim menasehati anaknya tentang sikap manusia, katanya, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang-orang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah SWT saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Lukman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, “Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, yaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai), dan hilang kemulian hatinya (kepribadian), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu, ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Lukman menesehati anaknya: “Wahai anakku, bukankah aku telah berkata kepadamu, kerjakanlah pekerjaan yang membuat engkau menjadi saleh dan janganlah menghiraukan orang lain. Dengan peristiwa ini saya hanya ingin memberi pelajaran kepadamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://www.facebook.com/inbox/?folder=[fb]messages&amp;amp;page=1&amp;amp;tid=1088078177754 Diataptasi dari, Luqmanul Hakim wa-Hikaamuhu, Ali bin Hasan al-Athas.       &lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-2860008482201648503?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/2860008482201648503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=2860008482201648503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/2860008482201648503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/2860008482201648503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2010/02/kisah-tentang-manusia-ahli-hikmah.html' title='kisah tentang manusia ahli hikmah'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/S2zPvoGlbBI/AAAAAAAAAIw/TF0-p9DDUTg/s72-c/keledai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6700806007468835163</id><published>2010-02-03T17:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T17:34:23.943-08:00</updated><title type='text'>Kekuatan Memberi</title><content type='html'>&lt;div class="article-info-surround"&gt;    &lt;div class="article-info-surround2"&gt;     &lt;p class="articleinfo"&gt; &lt;span class="modifydate"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="createdby"&gt;Written by Andrie Wongso     &lt;/span&gt;                 &lt;span class="createdate"&gt;       Monday, 23 March 2009 02:34     &lt;/span&gt;          &lt;/p&gt;    &lt;/div&gt;   &lt;/div&gt;                     &lt;img src="http://www.smartfm.co.id/images/stories/rmicn/rmn4.jpg" alt="image" border="0" /&gt;  &lt;h4&gt;Sebagai seorang manusia, ketika kita membantu ada perasaan ingin dibalas.&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;Jika pada suatu hari nanti kita dalam kesulitan maka kita berharap orang – orang yang telah kita bantu bisa balik membantu kita. Tapi kenyataan tak seindah harapan. Berikut adalah cerita mengenai Kekuatan Memberi, yang memberi kita suatu pelajaran bahwa pemberian yang kita berikan sebaiknya dilakukan dengan iklas.Ada seorang Saudagar yang terkenal baik hati dan sering memberi bantuan kepada saudara dan teman yang minta tolong kepadanya. Suatu hari, Saudagar itu mengalami kesulitan seolah menghadapi jalan buntu dan butuh bantuan orang lain. Kemudian dia mendatangi semua teman dan saudara yang dulu ditolongnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi ternyata tidak ada yang mau membantu. Bahkan saat dia bercerita tentang masalah yang dihadapinya, mereka tidak peduli dan menganggap bahwa itu bukan masalah mereka. Saudagar itu kecewa dan marah dengan kenyataan yang dihadapinya. Dia tidak habis berpikir mengapa orang yang dulu merengek dan minta bantuan kepadanya bahkan telah dibantunya, ternyata hanyalah sekumpulan orang – orang yang tidak tahu bersyukur dan berterima kasih. Saat ia membutuhkan bantuan, maka dia diperlakukan seperti itu. Semakin memikirkan hal itu, maka semakin kecewa dan marahlah dia. Semua hal itu makin mengganggunya. Saudagar itu menjadi sulit tidur, gampang marah dan tidak bisa berpikir jernih. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sampai berhari – hari Saudagar itu menjalani kehidupan yang tidak bahagia seperti itu. Akhirnya dia mendatangi orang bijak. Setelah mendengar cerita Saudagar itu, Orang Bijak itu berkata bahwa kebaikan hati Saudagar itu kini berakibat buruk karena merasa tidak bahagia, kecewa dan marah. Ini semua karena Saudagar itu salah menilai orang lain. Saudagar itu terlalu berharap banyak kepada orang yang dibantunya. Bahwa orang yang dibantunya itu akan membalas budi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi kenyataannya berbeda sekali. Lalu Orang Bijak itu berkata bahwa jika dia ingin mendapat imbalan atas bantuan yang diberikannya, maka  saat dia membantu berilah pelajaran kepada mereka bagaimana cara berterimakasih kepada Saudagar itu. Dan jika tidak ingin dikecewakan orang lain, maka berilah bantuan tanpa mengharap imbalan apapun. Karena perbuatan baik yang telah dilakukan jangan sampai dihilangkan dan dikotori maknanya dengan keinginan untuk dibalas. Karena jika kita tidak mendapatkan balasannya maka akan menimbulkan kekecewaan, kemarahan dan kebencian di hati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat orang lain memohon bantuan kita dan kita menolong mereka, ada keinginan bahwa usaha kita itu suatu hari nanti akan dibalas kala kita menemui kesulitan. Dan itu adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan ini. Orang yang berjiwa besar akan berpikir bahwa membantu adalah membantu tanpa ada embel - embel dibelakangnya. Jika kita salah menolong orang yang kita bantu, maka instropeksi dan benahi diri kita sendiri. Masalah yang sedang kita hadapi adalah tanggungjawab kita sendiri. Jadi kita tidak perlu menyalahkan dan kecewa dengan orang yang tidak mau membantu kita. (hac)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.smartfm.co.id&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6700806007468835163?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6700806007468835163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6700806007468835163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6700806007468835163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6700806007468835163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2010/02/kekuatan-memberi.html' title='Kekuatan Memberi'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6570840565391693175</id><published>2009-11-22T05:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T05:19:47.467-08:00</updated><title type='text'>Renungan Idul Adha Berkaca Kepada Mekkah dan Madinah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/Swk58zBP29I/AAAAAAAAAII/uQugm7uEvqw/s1600/camels.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/Swk58zBP29I/AAAAAAAAAII/uQugm7uEvqw/s320/camels.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406916544285367250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berkaca kepada Mekkah dan Madinah. Mengapa? Karena Mekkah dan Madinah adalah milik kita, sedangkan keduanya menyimpan ragam cerita kebijakan untuk menjadi cermin kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, para tamu Allah mulai berdatangan di dua kota suci itu. Pernahkah kita membayangkan, secara fisik apa yang menarik dari kedua kota di negeri tandus nan panas itu? Belum lagi kemacetan karena lebih dari dua juta orang berkumpul dalam waktu yang bersamaan, dibutuhkan kekuatan fisik dan mental, serta kesabaran yang luar biasa. Di sana mereka hanya bertemu gunung-gunung batu yang kering, sahara yang tandus, tinggal di tenda-tenda tak berpendingin di Arafah dan Mina, -bahkan- bangunan Kakbah pun tampak sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi perasaan bahagia berkecamuk di dalam hati para tamu Allah. Keharuan menguasai pikiran para hujjaj, hingga hati menjadi sangat peka, surga terasa dekat, hiruk-pikuk jutaan manusia yang berkumpul di lembah yang sempit itu justru menghadirkan kelapangan hati dan pikiran, keindahan persaudaraan lintas Negara, multiras, dan ragam warna kulit. Yang mengikat mereka hanya keimanan kepada Allah yang Satu dan ukhuwah yang terjalin di dalam bingkai akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan dan ukhuwah, dua kata inilah yang menjadi pesan utama haji, sebuah rangkaian ibadah yang membutuhkan pengorbanan fisik dan finansial. Kita akan melihat dua pesan yang kuat ini pada kota Mekkah dan Madinah sepanjang sejarah keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekkah adalah tempat terbitnya wahyu dan kota kelahiran Nabi Muhammad saw. Di kota yang sibuk ini ajaran tauhid mulai dikumandangkan. Sejak Nabi saw berdiri di bukit Shafa dan berkata dengan sangat tegas, “Wahai Bani Qushay, selamatkan diri-diri kalian dari api neraka! Sesungguhnya aku tidak bisa memberikan mudharat dan tidak pula manfaat…”, hingga menyeru anaknya, “Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepadaku dari hartaku sebanyak apa yang engkau mau, tapi selamatkan dirimu sendiri dari api neraka, karena aku tidak bisa menolongmu sedikitpun dari (keputusan) Allah!” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu ajaran tauhid memenuhi rongga langit Mekkah, dan beragam tantangan dihadapi dengan tabah oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya. Keteguhan menjaga akidah ini adalah cermin bening untuk berkaca dalam kehidupan kita. Mungkin kehidupan yang kita jalani tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dunia ini diciptakan berliku dan penuh duri, tetapi ketetapan hati untuk tetap di atas keimanan adalah pilihan yang tak bisa ditawar-tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tentang Mekkah. Sedangkan dari kota Madinah yang damai, kita dapat berkaca bagaimana merasakan indahnya ukhuwah islamiyah yang tulus, hingga menyisihkan kebutuhan pribadi, mendahulukan orang lain, dan tidak ada perasaan keberatan sama sekali dalam melakukannya. Apa yang lebih indah daripada hidup yang penuh cinta dan kasih sayang seperti ini. Tidak ada yang dapat menandingi Madinah dalam masalah persaudaraan, kasih sayang, dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memuji penduduk Madinah dalam firman-Nya: "Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang bercerita tentang keindahan persaudaraan ini, namun ruang yang singkat ini tidak mungkin memuat semuanya. Diantaranya adalah kisah sebuah keluarga yang menghidangkan tamunya di malam hari dengan jalan mematikan lampu di rumahnya, agar tamunya makan dengan lahap dan tidak mengetahui bahwa makanan yang tersedia sebenarnya hanya cukup untuk anak mereka yang disuruh tidur sebelum makan, sedangkan suami istri itu pura-pura makan di depan tamunya di dalam kegelapan rumah, padahal sang tamu makan sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali, ketika orang Anshar ini datang kepada Rasulullah saw, beliau bersabda, “Allah kagum kepada fulan dan fulanah (atas perbuatannya tadi malam)”. Betapa inspiratifnya kisah ini. Mari kita bercermin kepada Mekkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FBQ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;sumber:&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/notes/ahmad-faris/renungan-idul-adha-2-berkaca-kepada-mekkah-dan-madinah/183745104654#/notes/ahmad-faris/renungan-idul-adha-2-berkaca-kepada-mekkah-dan-madinah/183745104654&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6570840565391693175?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6570840565391693175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6570840565391693175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6570840565391693175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6570840565391693175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2009/11/renungan-idul-adha-berkaca-kepada.html' title='Renungan Idul Adha Berkaca Kepada Mekkah dan Madinah'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/Swk58zBP29I/AAAAAAAAAII/uQugm7uEvqw/s72-c/camels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-5680849616419595933</id><published>2009-06-08T02:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T23:10:40.722-07:00</updated><title type='text'>RINTIHAN ITU BELUM JUGA BERAKHIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SizWbEHtZ8I/AAAAAAAAAIA/BWBjDQPjmMY/s1600-h/ksad1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SizWbEHtZ8I/AAAAAAAAAIA/BWBjDQPjmMY/s320/ksad1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344882618232825794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;          Betapa negeri kita selalau dirundung berbagai permasalahan yang tak ada habis-habisnya politisi sibuk bermain peran para pengamat bebas berbicara sesuai disiplin ilmu yang dimiliki, apakah  semua polemik yang ada masih menarik  untuk diperbincangkan tanpa solusi yang begitu nyata menghembuskan perubahan yang begitu nyata,  bukankah  sudah menjadi santapan  yang biasa dihidangkan ditelevisi. ataukah tahun ini memang tahun nya orang berpolitik yang setiap detiknya bisa menjadi sebuah sejarah yang akan dicaritakan kepada anak cucu kita yang lahir sekian generasi yang akan datang . namun jika kita bertanya kenapa dan mengapa begitu banyak orang yang tergiur akan kekuasaan dan dengan sekuat tenaga mengobankan harga diri sekalipun untuk mempertahankan kekuasaan itu apakah betul mereka ingin menjadikan negeri ini sebuah bangsa yang bermartabat  apakah benar mereka ingin mensejahterakan rakyat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Begitu banyak kejadian di negeri ini yang menggelitik untuk kita cermati secara bersama mulai dari kasus Antasari  seorang ketua KPK sebagai Garda terdepan pemberantasn korupsi  yang belum jelas ujung pangkalnya dan siapa dalang dibalik itu semua ,kasus Manohara seorang model biasa awalnya dan kini menjadi selebriti yang selalu tampil di berbagai media elektronik maupun cetak akibat kisah cinta yang melibat kan antar kedua bangsa yang begitu menghebohkan  lagi-lagi megusik ketentraman berfikir kita, jatuhnya pesawat-pesawat tempur kita  yang sudah usang dimakan usia  dan kecelakan transportasi laut,darat dan udara yang tidak sedikit merenggut korban jiwa.  tak ketinggalan  kasus ambalat yang menggugah rasa nasionalisme kita karena didalamnya banyak sekali tersimpan potensi alam yang sangat luar biasa melimpahnya yang  digali  dengan tanpa adanya kebocoran bisa menghidupi sekian banyak anak negeri yang butuh makan atau sekedar mencicil hutang kita pada pihak asing alih-alih untuk pembangunan padahal dikorupsi  jumlahnya triliunan rupiah  . namun  tak kalah menarik jika kita cermati kisah ibu prita mulyasari yang terpenjara akibat opini yang ditulisnya dalam bentuk surat elektronik ini  seakan kembali mengekang proses berpikir dan penyampaian opini dimuka publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Apakah kasus-kasus  itu terjadi karena amburadulnya sistim  dinegari kita atau orang-orang yang berada didalam sistim itu telah menghianati jabatan yang diberikan rakyat kepadanya ?mungkinkah ada hubungan nya dengan rasa nasionalisme  setiap anak bangsa  yang perlahan-lahan mulai runtuh menggerogoti jiwa akibat pengaruh sosial dan begitu pasatnya budaya lain merasuki tatanan kehidupan kita? bisa jadi semua itu sangat erat hubungannya dengan permasalahan ekonomi  hasil setiran  pihak asing yang sampai detik ini belum memihak pada rakyat kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Seakan  sudah  tidak ada  lagi yang menghiraukan sikap saling asah saling asih adan saling asuh sebagai cerminan dan kepribadian  kita dahulu kala. Bangsa ini bukan hanya membutuhkan solusi diatas kertas dan sebatas retorika dalam pidato dimimbar-mimbar  yang tak jarang membuat mereka bersimpati padahal mereka tak sadar kalau meraka dibodohi dan dibohongi  ,Tapi sesungguhnya  bangsa ini butuh harga diri dimata siapapun,rakyatnya butuhsembako murah dan bisa  makan tiga kali sehari ,mereka butuh   transportasi memadai dan terjangkau,  mereka menginginkan pelayanan kesehatan yang tidak memanipulasi, mereka mengharapkan pendidikan yang berkualitas,kehidupan sosial dan berbudaya tanpa harus megikuti trend dari bangsa lain tapi menciptakan budaya yang diikuti bangsa lain, terjaminnya keamanan bagi setiap warga negara dalam melakukan segala macam aktifitas yang dapat menghasilkan faktor-faktor ekonomi dan lain sebagainyanya itulah kemandirian  yang sesungguhnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN LAGI KAU TIPU BANGSA INI&lt;br /&gt;JANGAN LAGI KAU JUAL ASET  NEGARI INI&lt;br /&gt;JANGAN KAU JAJAH BANGSA SENDIRI&lt;br /&gt;JANGN KAU IKUTI HASRAT BERKUASAMU YANG MENDZOLIMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA BANGSA INI TIDAK KITA URUS DAN SEMUA KITA PERDULI&lt;br /&gt;MAKA SUATU SAAT KITA AKAN BENAR-BENAR MENJADI BANGSA YANG DIPERBUDAK BANGSA-BENGSA LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH KITA RELA...............................................?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGKAN DAN PIKIRKANLAH WAHAI ANAK NEGERIKU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( FAHMAN HABIBI )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-5680849616419595933?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/5680849616419595933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=5680849616419595933' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/5680849616419595933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/5680849616419595933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2009/06/rintihan-itu-belum-juga-berakhir.html' title='RINTIHAN ITU BELUM JUGA BERAKHIR'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SizWbEHtZ8I/AAAAAAAAAIA/BWBjDQPjmMY/s72-c/ksad1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-798656965880463540</id><published>2009-05-19T17:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T18:25:50.146-07:00</updated><title type='text'>Pesona Cantiknya  bunga Tulip</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShNXS6KKi4I/AAAAAAAAAH4/hKyaxn2yn1g/s1600-h/bunga+tulip.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShNXS6KKi4I/AAAAAAAAAH4/hKyaxn2yn1g/s320/bunga+tulip.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337705965725322114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa bilang bunga Tulip hanya milik orang Belanda. Di Berlin, Jerman, ada taman Tulip yang boleh diadu keindahannya. Musim semi bagi warga Berlin adalah waktunya mengunjungi Britzer Garten, taman bunga di selatan kota Berlin. Tulipan, begitulah lidah Jerman menyebut bunga Tulip, yang menjadi tujuan utama di Britzer Garten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus hanya pada bulan April dan Mei, Britzer Garten kebanjiran pengunjung yang ingin melihat keindahan bunga Tulip. &lt;strong&gt;Detikcom&lt;/strong&gt; pun berkunjung ke taman di daerah Alt Mariendorf, Berlin ini pada Minggu (17/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman di Berlin pada umumnya gratis, namun untuk taman bunga yang satu ini, pengunjung harus membayar 3 Euro untuk menikmati keindahan tulip. Harga yang relatif murah untuk sebuah taman yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taman seluas 37 hektar ini sebenarnya tidak hanya ditanam bunga Tulip. Ada danau, taman bermain anak-anak, dan taman bunga berbagai jenis. Namun pada musim semi, bunga Tulip lah yang menjadi idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulip beraneka warna pun ditanam secara khusus membentuk pola dan garis-garis yang indah. Tidak kurang dari 500 ribu bunga Tulip ditanam di Britzer Garten. Penanamannya pun dikelompokan sesuai jenis dan warna. Hasilnya adalah sebuah perpaduan warna yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musim semi adalah waktu yang cocok untuk ke Britzer Garten, hawanya sudah hangat dan kita bisa menikmati Tulip," ujar Helen Fischer (58), seorang pengunjung taman kepada detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap kelompok bunga Tulip, dipasang keterangan jenis bunganya. Ada 260 jenis Tulip yang ditanam dan kebanyakan hasil persilangan. Di dalamnya termasuk 60 jenis Tulip bibit unggul.&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (sumber detik.com fay/mok)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-798656965880463540?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/798656965880463540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=798656965880463540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/798656965880463540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/798656965880463540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2009/05/pesona-cantiknya-bunga-tulip.html' title='Pesona Cantiknya  bunga Tulip'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShNXS6KKi4I/AAAAAAAAAH4/hKyaxn2yn1g/s72-c/bunga+tulip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-7764559690455581626</id><published>2009-05-19T04:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T05:13:48.832-07:00</updated><title type='text'>"Journey to Mecca"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShKhXEwg5iI/AAAAAAAAAHw/vBQxd7G5IqQ/s1600-h/madina5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShKhXEwg5iI/AAAAAAAAAHw/vBQxd7G5IqQ/s320/madina5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337505926173746722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Journey in Mecca in the Footsteps of Ibn Battuta&lt;/em&gt; mengisahkan tentang perjalanan religi seorang pemuda bernama Ibn Batutta.&lt;p&gt;Film berdurasi sekitar 45 menit yang diputar di Teater Imax Keong Emas Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu, tidak hanya mengisahkan perjalanan spiritual ibadah haji, tetapi juga sarat nilai edukasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film &lt;em&gt;Journey to Mecca&lt;/em&gt; mengisahkan perjalanan religi yang sangat berani dan penuh bahaya yang dilakukan oleh seorang pemuda 21 tahun Ibn Battuta dari Tangier Maroko yang ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibn Battuta adalah seorang mahasiswa Ilmu Hukum. Pada suatu malam ia bermimpi melakukan perjalanan panjang untuk melaksanakan ibadah haji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya bermimpi melakukan perjalanan panjang dengan menggunakan seekor burung untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah," kata Ibn Battuta kepada temannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Didorong oleh keinginan yang kuat akhirnya Ibn Battuta  melaksanakan niatnya untuk beribadah haji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua orang tuanya sempat mengkhawatirkan dan berusaha mencegahnya mengingat usia Ibn Batutta yang masih muda. Namun keinginannya tak bisa dicegah sehingga kedua orang tuanya mengijinkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bapaknya memberikan seekor kuda dan uang, sedangkan ibunya memberikan pakaian haji, ihram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan ke Makkah ini merupakan awal dari perjalanannya menempuh jarak ribuan mil dimulai dari Tangier, Maroko, Damaskus dan kemudian Madinah hingga ke Makkah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Medan yang dilalui cukup berbahaya dan rawan gangguan keamanan, seperti melintasi gurun sahara, pegunungan, dan Sungai Nil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah-tengah perjalanan di gurun pasir, Ibn Batutta bertemu dengan sekelompok perampok. Ibn Batutta sempat berkelahi dengan kawanan perampok itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemuda Maroko itu hampir saja dibunuh oleh kawanan perampok itu. Untungnya ia mendapatkan pertolongan dari salah seorang pimpinan perampok tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibn Batutta berhasil mencapai Makkah dalam waktu 18 bulan, beberapa hari sebelum dimulainya ibadah haji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelajahan dengan melintasi berbagai medan yang penuh resiko dan bahaya membuat namanya diakui dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas keberhasilannya melintasi perjalanan panjang melintasi 45 negara dan perjalanannya itu tiga kali lebih jauh dari apa yang telah dilakukan oleh Marcopolo. Nama Ibn Batutta menjadi nama sebuah kawah di gurun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Teater Imax&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater Imax Keong Emas TMII adalah Teater Imax pertama yang dibangun atas prakarsa Ibu Tien Suharto. Teater ini dilengkapi  dengan sistem proyektor Imax yang menggunakan teknologi sinematografi modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem ini dapat memberikan kualitas gambar dan pengaruh kepada penonton sehingga seolah-olah penonton itu sendiri ada dalam adegan film yang ditonton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Layar di Teater Imax Keong Emas tercatat dalam "Guinnes Book of Records" sebagai layar terbesar di dunia dalam edisi tahun 1985, 1986, 1987, 1988, 1989, 1990 dan 1991. Sementara untuk arsitektur gedung dikerjakan oleh tenaga dari dalam negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Oleh &lt;strong&gt;Agus Wira Sukarta  (sumber www.kompas.com)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;input id="gwProxy" type="hidden"&gt;&lt;!--Session data--&gt;&lt;input onclick="jsCall();" id="jsProxy" type="hidden"&gt;&lt;div id="refHTML"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-7764559690455581626?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/7764559690455581626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=7764559690455581626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/7764559690455581626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/7764559690455581626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2009/05/journey-to-mecca.html' title='&quot;Journey to Mecca&quot;'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/ShKhXEwg5iI/AAAAAAAAAHw/vBQxd7G5IqQ/s72-c/madina5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-3731415253757268778</id><published>2008-12-19T08:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T08:39:04.706-08:00</updated><title type='text'>PMB Proklamasikan Din Syamsuddin Sebagai Capres</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SUvOEHVHGZI/AAAAAAAAAHY/xjqY61yoLMA/s1600-h/www.reuters.com"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SUvOEHVHGZI/AAAAAAAAAHY/xjqY61yoLMA/s400/www.reuters.com" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281541558104430994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;   &lt;div class="illustrasi"&gt;   &lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/12/18/10/pmb.jpg" border="0" vspace="0" hspace="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;      &lt;/strong&gt;   &lt;/div&gt;         &lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Partai Matahari Bangsa (PMB) memproklamasikan dukungan terhadap Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai calon presiden pada Pemilu 2009 mendatang. Din mengalahkan 13 kandidat capres PMB lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita memproklamasikan Pak Din sebagai capres sembari melakukan konsolidasi ke seluruh wilayah untuk mendukung," kata Sekjen PMB Akhmad Rofiq saat berbincang dengan &lt;strong&gt;detikcom&lt;/strong&gt;, Kamis (18/12/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rofiq menceritakan, keputusan untuk mendukung Din berawal dari Rapimnas PMB yang digelar bulan September lalu. Rapat tersebut menghasilkan rekomendasi 13 capres dari PMB. PB PMB kemudian melakukan &lt;em&gt;hearing&lt;/em&gt; dengan  jaringan PMB seluruh Indonesia tentang siapa dari ke 13 tokoh itu yang layak menjadi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian, tepatnya pada 3 Desember 2008, rapat pleno PMB menyepakati Dinlah yang dipilih sebagai capres. Pertimbangannya Din adalah tokoh yang memiliki kapasitas untuk menjadi presiden. Pengabdiannya terhadap masyarakat juga cukup besar. Selain itu, Din merupakan tokoh baru yang masih muda dan belum terkontaminasi oleh kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi PMB sangat mengharapkan melalui Pak Din ini perjalanan mencapai perubahan itu dapat maksimal, karena tidak ada beban masa lalu," jelas Rofiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rofiq mengaku sudah memberitahukan dukungan PMB terhadap Din baik secara langsung maupun melalui telepon. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan dari Din.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proklamasi yang akan digelar di Hotel Cempaka, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, nanti siang itu, kata Rofiq, Din sengaja tidak diundang. Alasannya untuk menghindari persepsi bahwa dukungan Din ini merupakan kemauan elit PMB atau bahkan Din sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak menghadirkan untuk jaga-jaga saja bahwa aspirasi partai ini murni sebagaimana yang berkembang dari bawah. Tapi apakah nanti proklamasi ini akan direspons secara lebih dekat oleh Pak Din, ya, kita menunggu saja," cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memproklamasikan dukungan, kata Rofiq, masih ada langkah politik lainnya, yakni melamar Din.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti kita akan mengambil mekanisme lagi. PMB akan melamar secara langsung. Jadi biar terus menerus bersambung. Setelah proklamasi nanti ada istilah ijab qabul politik. Itu akan kita selenggarakan dalam bentuk lain dan pasti dalam bentuk besar dengan melibatkan seluruh unsur-unsur tokoh masyakat," pungkas Rofiq.&lt;br /&gt;&lt;span class="reporter"&gt;&lt;strong&gt;Irwan Nugroho&lt;/strong&gt; - detikNews&lt;/span&gt;&lt;b&gt;(irw/nrl)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-3731415253757268778?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/3731415253757268778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=3731415253757268778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3731415253757268778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3731415253757268778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/12/pmb-proklamasikan-din-syamsuddin.html' title='PMB Proklamasikan Din Syamsuddin Sebagai Capres'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SUvOEHVHGZI/AAAAAAAAAHY/xjqY61yoLMA/s72-c/www.reuters.com' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6793572068568484364</id><published>2008-11-02T07:16:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T07:33:17.521-08:00</updated><title type='text'>HALAL BIHALAL DAN PERINGATAN 35 Tahun BMKJ</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SRcCjxg2_AI/AAAAAAAAAHQ/binZqNd-TLY/s1600-h/IMG_6279.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 322px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SRcCjxg2_AI/AAAAAAAAAHQ/binZqNd-TLY/s400/IMG_6279.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266681102842919938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Badan musyawarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keluarga jambi Jakarta raya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( BMKJ) mangadakan halal bihalal dan peringatan 35 tahun BMKJ dijakarta  &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bertempat graha pengayoman departemen hukum dan ham jl. HR rasuna said kuningan Jakarta,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang di tuanrumahi oleh PROf .Abdul barry&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;azed SH MH selaku ketua dewan Penasehat bmkj yang juga sekjend departemen hukum dan ham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara  tersebut dilaksanakan pda tanggal 1 november 2008&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang  dimulai pukul 10: 15 dan dibuka dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tarian sekapur sirih dari sanggar binaan anjungan jambi di taman mini Jakarta, acra dilnjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran dan laporan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketua panitia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kapten Infantry Erwin ramli dalam dalam laporannya dismpaikan tentang “halal bihalal yang bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat silaturrahim antar sesama warga jambi Jakarta raya sesuai dengan tema menyucikan hati menyambung tali silaturrahim” kemudian sambutan ketua BMKJ Edy putra irawady yang juga Deputy menteri perekonomian bidang industry dan perdagangan kemudian diikuti sambutan gubernur yang diwakili oleh peltu sekda provinsi jambi pda pertengahan acara halal bihalal tersebut diselingi dengan nyanyian solawat dari penyanyi cilik asal sarolangun  yang bernama Tania setelah itu tausiyah agama oleh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;KH.Memed juned&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang menekankan pentingnya silaturrahim dan manfaat halal bihalal setelah itu para tamu undangan dimanjakan oelh liuk gemulai para penari  zafin dara oleh para gadis binaan  sanggar tari anjungn jambi taman mini sampai pada acara ramah tamah dan makan siang , diantar makan siang tanpak pera tamu yang hadir mengisi acara hiburan dengan nyanyian derah jambi sebagai pengobat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rindu pada kampung halaman&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hadir pada acara tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;beberapa caleg DPD dan DPR RI &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dapil jambi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;salah satunya FAHMAN HABIBI putra SARKO &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang maju dari partai matahari bangsa &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang juga selaku mantan ketua permaja jaya dan pengurus bmkj,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hadir juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bupati bungo zulfikar ahmad, Rusfan makalam ketua dewan Pembina bmkj, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Azrin nurdin, Hasip kalimudin syam ketua lembaga adat  dan mantan wakil gubernur  provinsi Jambi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan juga tokoh-tokoh masyarakt jambi dijakarta,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengurus bmkj dan permaja jaya beserta anggota menurut sulaiman sekretaris panitia acara ini diahadiri oleh skitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;400 undangan lainnya tampak seluruh tamu dan para panitia merasa lega pada akhir acara karena acara dapat berjalan dengan lancar bahkan snyum terlihat dari ketua panitia karena pada acara kali ini para donatur sangat antusias sehingga anggaran menjadi surplus. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6793572068568484364?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6793572068568484364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6793572068568484364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6793572068568484364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6793572068568484364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/11/halal-bihalal-dan-peringatan-35-tahun.html' title='HALAL BIHALAL DAN PERINGATAN 35 Tahun BMKJ'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SRcCjxg2_AI/AAAAAAAAAHQ/binZqNd-TLY/s72-c/IMG_6279.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4616483561737372859</id><published>2008-08-29T06:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T20:20:15.943-07:00</updated><title type='text'>KEPEMIMPINAN KAUM MUDA</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/36714377/1/318648241"&gt;&lt;img src="http://photos-377.friendster.com/e1/photos/77/34/36714377/1_318648241l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gegap gempita dan euphoria  peringatan hut  proklamasi kemerdekaan republik indonesia  setiap tanggal 17 agustus selalu membahana diseluruh penjuru nusantara pada setiap tahunnya, tak pelak peringatan ini menghamburkan dana dan mengalirkan hujan keringat serta air mata  haru bagi rakyat indonesia khususnya  banyak kegiatan dan perlombaan yang memupuk rasa kebersaman dan persatuan namun tak mampu memupuk secara maksimal rasa nasionalisme dan keinginan untuk memiliki secara utuh dan menjadi bangsa indonesia seutuhnya, karena setiap kegiatan yang diadakan hanya sebagai hiburan belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jarang sekali kita temui  suatu kegiatan yang bertujuan menciptakan sebuah perubahan untuk kemajuan negeri tercinta ini misalnya pemberantasan korupsi hanya menjadi tugas penegak hukum tidak banyak peran masyarakat disana, pembasmian pelaku illegal loging yang mengancam ekosistem dan salah satu penyebab perubahan iklim juga hanya menjadi peran penegak hukum. &lt;br /&gt;Momentum sepuluh tahun reformasi, enam puluh tiga tahun kemerdekan republik indonesia dan satu abad kebangkitan nasional semestinya membawa bangsa ini kedalam proses konsolidasi demokrasi yang lebih dewasa. Namun hingga detik ini cita-cita reformasi belum bisa menunjukkan peran yang berarti untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi republic ini  Reformasi Hanya Menciptakan Politisi-Politisi Baru Dengan Berbagai watak,dan tingkah laku  namun reformasi belum bisa menciptakan seorang negarawan sejati, terbukti dengan belum puasnya beberapa kalangan  masyarakat seperti ,rakyat miskin, kaum petani dan nelayan, kaum buruh dan pekerja  bahkan pelaku reformasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa amanah reformasi yang menjadi inspirasi  perjuangan elemen muda yang berbalutkan almamater disaat runtuhnya rezim tiran orde baru yang berkuasa selama tiga puluh dua tahun  belum bisa seutuhnya diwujudkan  menjadi sebuah kenyataan. Penegakan hukum terkesan tebang pilih dan bermuatan politis, pemberantasan korupsi belum menyentuh koruptor kakap, penyelesaian kasus ham  yang masih dianggap baru sebatas wacana. Belum stabilnya  harga bahan kebutuhan pokok, tingkat kriminalitas yang begitu tinggi, pembangunan infrastruktur yang belum merata, pengembangan sumber daya manusia belum maksimal, tingkat pengangguran yang merata diseluruh daerah, pemberantasan kemiskinan yang juga belum maksimal ,asset-aset vital negara seperti pertambangan energi, teknologi komunikasi dan informasi mayoritas dikuasi oleh perusahaan  asing. Persoalan kebangsaan yang begitu pelik dan rumitnya ini  ibarat menyulam dengan benang yang kusut mengurainya bukan suatu hal yang sederhana jika ditarik benang yang satu maka benang yang lain akan putus atau semakain kusut solusinya adalah dengan mangganti dengan benang yang baru agar bisa menyelesaikan sulaman yang lain.  Sudah semestinya kita  harus memiliki komitmen besar untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada  agar generasi muda negeri ini bisa menatap masa depan yang cerah, mungkin sudah saatnya  kita mempertimbangkan kepemimpinan kaum muda yang masih memiliki semangat dan energi positif dengan  idialisme  yng ada serta belum memiliki dosa-dosa politik  masa lalu apalagi kaum muda selalu meneriakan tuntutan perubahan walaupun  dengan cara revolusi gerakan kaum muda asalkan kesejahteraan dan kemakmuran bisa terwujud tidak akan menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepeloporan kaum muda bukan saja bergema akhir-akhir ini namun jauh sejak awal mula berdirinya bangsa ini  ketika didirikannya organisasi boedi oetomo pada tahun 1908 sehingga melahirkan tokoh-tokoh muda pada masa setelah itu seperti soekarno dan muhammad hatta.&lt;br /&gt;Bergulirnya kembali wacana kepemimpinan muda bukan tidak berdasar dan memiliki alasan yang kuat namun merupakan sebuah keniscayaan untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri republik ini yang diantaranya ingin “mandiri dibidang ekonomi, berdaulat dibidang politik dan berkepribadian dalam social dan budaya”.   Untuk menyambut perkembangan yang begitu pesat dan serba mengandalkan sistim  teknologi informasi yang modern serta berubah begitu cepaatnya tantu kita harus mengembangkan program  pendidikan yang berkualitas berbasis kompetensi agar tercipta sumberdaya manusia yang selalu muda dan bisa diandalkan dalam mewujudkan cita-cita tersebut, karena masih memiliki semangat yang menyala dan berapi-api .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri kekecewaan terhadap hegemoni  kaum tua yang masih menduduki kepemimpinan pemerintahan dan partai politik tertentu yang tidak memberikan ruang yang maksimal terhadap kaum muda  untuk ikut berkiprah sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki menjadi salah satu faktor yang menyebabkan  pemberontakan batin kaum muda untuk segera merebut tampuk kepemimpinan jika ini dibiarkan maka kegelisahan ini akan mengelinding seperti bola salju yang semakin lama semakin membesar dan menghantam pendahulunya yang selalu ingin berkuasa tampa secara serius ingin mewujudkan masyarakat adil dan makmur “gemah ripah loh jinawi”  tapi malah sebaliknya. Jika kondisi ini tidak disadari dan dibiarkan oleh seluruh stake holders bangsa ini maka  tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi revolusi gaya baru  sebuah  pemberontakan yang dilakukan oleh  kaum muda bukan dengan cara yang dilakukan ketika runtuhnya rezim orde lama dan terjungkalnya orde baru dan berganti dengan reformasi dimana kaum muda hanya dimanfaatkan oleh sebagian elit politik saja yang notabene bukan bagian dari orang-orang muda, tetapi revolusi kali ini adalah revolusi yang secara alamiah akan menyingkirkan kelompok dinasti lawas berganti dengan kaum muda yang memiliki konsep yang jelas dan begitu  setia  kepada  pancasila dan uud 1945 dalam upayanya untuk mewujudkan suatu negara dan bangsa yang adil, makmur, sentosa, dan mendapat limpahan rahmat, keberkatan/perlindungan, keridlaan, dan ampunan dari tuhan yang maha kuasa “baldatun toyyibatun worobbun ghofur” oleh karenanya pada pemilu 2009 yang akan kita songsong ini hendaknya menjadi momentum bagi kaum muda untuk menujukkan kekuatan dan kemampuan agar dapat merebut kekusaan tampa perlu menggunakan kekerasan  dan mengeluarkan darah setetes pun melainkan perang konsep   serta beradu peran  dan bekerja keras dalam memikat hati rakyat,  akankah kaum muda diberi kesempatan…? Atau akan munculnya sinergi antara kaum muda  dan tua ? Kita tunggu saja….&lt;br /&gt;namun selama matahari masih bersinar disitu akan muncul harapan baru karena…&lt;br /&gt;BERGERAK ADALAH PERJUANGAN,&lt;br /&gt;DIAM AKAN TERTINDAS.&lt;br /&gt;MUNDUR ADALAH PENGHIANATAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4616483561737372859?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4616483561737372859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4616483561737372859' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4616483561737372859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4616483561737372859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/08/kepemimpinan-kaum-muda.html' title='KEPEMIMPINAN KAUM MUDA'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4726052406997358242</id><published>2008-08-18T09:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T10:12:31.547-07:00</updated><title type='text'>PRESIDEN DAN WAPRES TERIMA UCAPAN SELAMAT DARI NEGARA SAHABAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKmtcxtP6eI/AAAAAAAAAGY/p3r-vM9K5Uc/s1600-h/CeXREx(482).jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKmtcxtP6eI/AAAAAAAAAGY/p3r-vM9K5Uc/s320/CeXREx(482).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235906751685978594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima ucapan selamat hari kemerdekaan dari perwakilan negara-negara sahabat di Indonesia.&lt;br /&gt;Satu per satu Duta Besar negara-negara sahabat di Indonesia dipanggil oleh pembawa acara untuk memasuki ruang tengah di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu malam.&lt;br /&gt;Mereka kemudian menyalami Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono serta Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah yang berdiri berlatar karangan bunga di sisi kiri tengah ruangan.&lt;br /&gt;Selain para dubes, hadir pula untuk memberi selamat hari kemerdekaan ke-63 itu para kepala perwakilan lembaga internasional di Indonesia.&lt;br /&gt;Para Dubes itu kemudian bergabung dengan para tamu undangan lain di lapangan rumput antara Istana Merdeka dan Istana Negara.&lt;br /&gt;Lapangan rumput itu telah disulap sebagai tempat jamuan makan malam dengan tenda-tenda besar dan beratus meja kursi.&lt;br /&gt;Hadir pula pada acara resepsi resmi kenegaraan hari kemerdekaan ke-63 itu para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pemimpin lembaga tinggi negara.&lt;br /&gt;Juru bicara Kepresidenan Dino Pati Djalal menyatakan pemerintah Indonesia telah mengundang 32 tokoh dari 27 negara untuk hadir pada acara jamuan makan malam itu.&lt;br /&gt;Di antara tokoh yang diundang itu adalah Kepala Departemen Jurnalisme Afrika Selatan, Pedro Deon Didierichs, Asisten Profesor Departemen Diplomasi Internasional Whitehead University Amerika Serikat, Ann Marie Murphy, Thai Aung Yin dari Kementerian Luar Negeri Myanmar, serta Mantan Menteri Industri dan Energi Spanyol, Josep Peiquee Cums.(detikcom/Ant/d)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4726052406997358242?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4726052406997358242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4726052406997358242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4726052406997358242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4726052406997358242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/08/presiden-dan-wapres-terima-ucapan.html' title='PRESIDEN DAN WAPRES TERIMA UCAPAN SELAMAT DARI NEGARA SAHABAT'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKmtcxtP6eI/AAAAAAAAAGY/p3r-vM9K5Uc/s72-c/CeXREx(482).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4602378703988138023</id><published>2008-08-14T17:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-18T09:58:47.632-07:00</updated><title type='text'>KEMERDEKAAN YANG SEMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTMaUmk1MI/AAAAAAAAAEw/4Omh-vQqoEQ/s1600-h/merdeka.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTMaUmk1MI/AAAAAAAAAEw/4Omh-vQqoEQ/s400/merdeka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234533419490530498" /&gt;&lt;/a&gt;Pemuda adalah salah satu pilar penting untuk mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia,disetiap Negara dan bangsa manapun biasanya  sangat membutuhkan peran pemuda untuk menjadi kader dan penerus kaberlangsungan sebuah peradaban dan cita-cita bersama demi kamakmuran,kesejahteraan,dan ketentraman masyarakat secara umum.&lt;br /&gt;Pergerakan pemuda berawal pada saat  pembentukan organisasi “Boedi Oetomo” pada 20 Mei 1908 hingga sekarang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional yang ke 100 atau satu abad, didirikan oleh beberapa orang pemuda yang bernama Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Berdirinya Budi Utomo inilah yang nantinya akan menjadi awal gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;Keadaan bangsa indonesia dianggap buruk oleh bangsa lain, pejabat pribumi yang notabene kaum tua hanya mencari kuntungan semata dan mementingkan kepantingan pribadi,selalu berpihak pada bangsa penjajah yaitu belanda.&lt;br /&gt;Dua puluh tahun sejak berdirinya sebuah gerakan pemuda pertama itu maka diadakanlah kongres pemuda ke II tepatnya tanggal 28 Oktober 1928,dan menghasilkan sumpah yang begitu membakar semangat persatuan dan kesatuan bangsa khususnya kaum muda sampai saat ini kita kenal sebagai  “sumpah pemuda”. Sumpah yang mengajak seluruh anak muda cikal bakal penerus bangsa untuk bertanah air satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu yaitu Indonesia dan selanjutnya memiliki andil besar  melahirkan dua orang tokoh  yang meproklamirkan kemerdekaan Indonesia yaitu Soekarno (Bung Karno) dan menjadi  Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu hingga mengelorakan semangat Revolusi bagi bangsanya . dan seorang tokoh perhimpunan indonesia yang menentang imperialisme dan kolonialisme asing  yaitu  Moehammad Hatta yang  lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTPPfPwkCI/AAAAAAAAAE4/Vo_H2iMfbiw/s1600-h/proklamasi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTPPfPwkCI/AAAAAAAAAE4/Vo_H2iMfbiw/s400/proklamasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234536531903942690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan, kata soekarno, adalah jembatan emas yang akan mengantarkan rakyat kepada masyarakat adil dan makmur “gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja”. Namun  20 tahun berlalu  sejak dibacakannya naskah proklamasi di Jl. Pegangsaan Timur 56 itu masyarakat yang adil dan makmur tak kunjung terwujud menjadi kenyataan , yang ada malahan inflasi yang naik secara eksponensial menembus angka ratusan persen disertai harga-harga sembako yang kian melambung tinggi sehingga  tidak dapat terbeli oleh kalangan bawah dan kaum miskin .kemudian pada Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. Berawal dari keterpurukan yang ada pada saat itu muncullah gerakan pemuda angkatan `65 yang membawa idealisme baru tentang bangsa ini melalui  tiga tuntutan rakyat yaitu Turunkan harga, ,rombak Kabinet Dwikora dan bubarkan PKI yang kita kenal dengan “Tritura”  hingga pada akhirnya ditangan pemuda yang waktu itu beratribut almamater alias mahasiswa yang bergabung bersama rakyat untuk menurunkan Soekarno segaligus mengakhiri rezim orde lama.Runtuhnya kepemimpinan Soekarno pada tahun itu membuat seorang jendral Soeharto yang lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 18 Juni 1921 menjadi  Presiden kedua Republik Indonesia selama 32 tahun. Pada awal masa jabatannya soeharto memiliki Suatu kemampuan kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya (senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan sebagai Bapak Pembangunan Nasional.kemudian pada tahun 1988 konon Ibu Tien Soeharto menyarankan untuk meninggalkan jabatannya sebagai presiden namun tidak diikuti sampai kemudian ibu Tien meninggal dunia (Minggu 28 April 1996). Sepeninggal istrinya Soeharto seperti kehilangan inspirasi untuk memimpin sampai diadakan kembali pemilu tahun 1997. &lt;br /&gt;Seusai Pemilu 1997 sebelum Sidang Umum MPR, Maret 1998, para pembantunya, di antaranya Harmoko, selaku Ketua Umum DPP Golkar, menyatakan akan tetap mencalonkan HM Soeharto sebagai presiden 1998-2003 hingga ia terpilih kembali menjadi presiden. Di bawah kepemimpinan Bapak Pembangunan ini Indonesia berubah menjadi negeri yang ‘aman dalam tekanan’. Ruang demokrasi yang ditutup disertai pembodohan dan pemiskinan berjamaah berlangsung selama 32 tahun . Pada masa ini hubungan Indonesia dengan negeri-negeri kapitalis berlangsung dengan asas “saling percaya”. Negeri kapitalis ‘dipercaya’ untuk mengeruk seluruh kekayaan alam negeri ini dan Indonesia ‘dipercaya’ memegang uang pinjaman dari negeri dan organisasi kapitalis. Hasilnya cukup ‘mnyakitkan’, Indonesia sebagai penghasil 25% timah, 7,2 % emas, dan 5,7% nikel dunia, hanya mendapatkan cipratan keuntungan kekayaan alam dan banjiran hutang. Bahkan pada tahun 1997 terjadi kesenjangan yang begitu besar, cadangan devisa Indonesia hanya mencapai 16,587 milyar dollar AS, sedangkan total kewajiban sebesar 39,197 milyar dollar AS. `Kegemilangan` orde baru ini akhirnya ditutup dengan pertumbuhan ekonomi sebesar -4% (pada April 1998 ) serta krisis multidimensi. ( sumber: sandibayuperwira.wordpress.com) &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTTsbfZZYI/AAAAAAAAAFA/TDW7mM-qLYM/s1600-h/reformasi98.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTTsbfZZYI/AAAAAAAAAFA/TDW7mM-qLYM/s400/reformasi98.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234541427158508930" /&gt;&lt;/a&gt;Sehingga pada akhirnya kebijakan tersebut diatas disambut oleh gelombang unjuk rasa yang sangat luar biasa oleh pemuda dan mahasiswa hingga akhirnya ia harus meletakkan jabatan secara tragis, oleh desakan demonstrasi tersebut (1998)  kaum muda kembali meruntuhkan  rezim tirani orde baru menjadi orde Reformasi, soeharto digantikan oleh wakilnya  prof.DR BJ Habibie yang dilahirkan di Sulawesi pada tahun 1936. Habibie  yang sangat jenius mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk belajar Teknik Pembuatan Pesawat Terbang di Aachen, Jerman. Setelah meraih gelar doktor pada tahun 1965, habibie bergabung dengan industri pesawat terbang Hamburger Flugzeugbau (HF) dan kemudian pabrik pesawat terbang, dimana dia menjadi wakil presidennya. &lt;br /&gt;Pada tahun 1974, Soeharto meminta Habibie untuk kembali ke Indonesia, dan menempatkannya sebagai pimpinan perusahaan perminyakan stategis. &lt;br /&gt;Pada tahun 1978, Habibie ditunjuk sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek). Jabatan ini dipegangnya sampai akhirnya pada Maret 1998 dia dinobatkan sebagai wakil presiden Republik Indonesia. Sewaktu menjabat sebagai Menristek, Habibie terkenal sebagai penyokong proyek ekonomi keuangan negara yang mahal yang ditujukan untuk membuat Indonesia berkecukupan secara teknologi (www.setwapres.go.id). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah terjadinya Reformasi presiden telah berganti tiga  kali yaitu Abdurrahman wahid, yang diturunkan melalui sidang istimewa setelah ia mengeluarkan dekrit untuk membubarkan DPR kamudian digantikan oleh Megawati, banyak aset  Negara dijual seperti Indosat ,ekonomi dikuasi asing, Kemudian pada tahun 2004 Susilo Bambang yudoyono  menjadi presiden pertama yang terpilih secara langsung namun hingga kini tidak ada kemajuan yang berarti yang betul-betul mengarah pada kesejahteraan rakyat dibidang ekonomi maupun dibidang lain  Kriminal terjadi dimana-mana koruptor semakin tidak terkendali kedudukan dalam hukum masih kalah jauh dibandingkan tingkat pemerataan korupsi yang awalnya berpusat di keluarga Cendana dan kroni dekatnya namun akhirnya menjalar ke seluruh kerjaan–kerajan kecil di daerah, provinsi maupun kabupaten akibat kebijakan otonomi daerah yang kurang matang . Pengerukan kekayaan alam oleh asing tetap saja dominan terjadi.  BBM dinaikkan ,pendidikan mahal pekerjaan semakin sulit  harga diri kita diinjak oleh bangsa lain, tenaga kerja kita diperas, diperkosa dan dihina majikannya  kebijakan ekonomi lebih berpihak pada pemilik modal asing Dalam sektor migas misalnya, dari 137 perusahaan migas yang ada di Indonesia hanya 20 yang merupakan perusahaan nasional. Meskipun pemasukan sektor migas mencapai 70-80 trilyun rupiah, namun itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan keuntungan sebesar 170 trilyun rupiah/tahun yang diraih exxon ke depannya di blok Cepu saja (detik.com 28 July 2006). Bahkan yang lebih hebatnya lagi UU PMA (penanaman modal asing) memberi izin hak guna usaha selama 95 tahun bagi para PMA, sebuah angka yang jauh lebih tinggi dari pada angka harapan hidup rata-rata manusia di Indonesia (70 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini yang menjadi pertanyaan apakah kita sudah benar-benar merdeka…?????????&lt;br /&gt;Namun sebagai anak muda yang masih memiliki darah yang selalu menggelora  kita tidak boleh pesimis ditangan kitalah kemajuan Rapublik yang kita cintai ini, mari kita bangun bangsa ini dengan  sekuat tenaga, kita bangun dengan semangat nasionalisme dan patriotisme yang kita miliki, mari kita kobarkan didalam dada kita sebuah harapan baru untuk mewujudkan masa depan yang labih mandiri anti inervensi asing kita mulai dengan berbuat sekecil apapun yang kita mampu, selama matahari masih terbit dari timur teggelam disebelah barat pertiwi ini disana masih ada harapan baru  kerena: &lt;br /&gt;BERGERAK ADALAH PERJUANGAN &lt;br /&gt;DIAM AKAN TERTINDAS &lt;br /&gt;MUNDUR ADALAH PENGHIANATAN &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTZXzIuRtI/AAAAAAAAAFY/qU5Hvo0fcdw/s1600-h/pm.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTZXzIuRtI/AAAAAAAAAFY/qU5Hvo0fcdw/s200/pm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234547669798373074" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;BIODATA PENULIS&lt;br /&gt;Nama lengkap          : Fahman Habibi&lt;br /&gt;Tempat dan tanggal    : Madras,07 Agustus 1983&lt;br /&gt;Jenis Kelamin         : Laki-laki&lt;br /&gt;Agama                 : Islam&lt;br /&gt;Pekerjaan             : Mahasiswa&lt;br /&gt;weblogs               :       www.fahmaninstitut.blogspot.com&lt;br /&gt;friendster            :       fahman_pman@yahoo.com&lt;br /&gt;Status Perkawinan     : Belum Nikah&lt;br /&gt;Alamat tempat tinggal : Jl. Kramat Sentiong V no 151e Kel,Kramat&lt;br /&gt;                                kec, Senen  Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan :&lt;br /&gt;a.SDN 20 Jambi Lulus Tahun 1995&lt;br /&gt;b.MTs Darunnajah Lulus tahun 1998&lt;br /&gt;c.MA Darunnajah  Lulus tahun 2001&lt;br /&gt;d. UHAMKA  FE Manajemen Jakarta. &lt;br /&gt;Riwayat Organisasi : &lt;br /&gt;a.Ketua Umum HIMA Manajemen FE UHAMKA  tahun 2002-2003.&lt;br /&gt;b.Ketua Komisi Rohis DPM FE UHAMKA tahun 2003-2004.&lt;br /&gt;Sekretaris Bidang IPTEK PK IMM FE UHAMKA,tahun 2002-2004.&lt;br /&gt;d.Sekretaris Bidang Organisasi PC IMM Jak-Sel tahun 2005-2007&lt;br /&gt;e. Menteri Advokasi &amp; Sosial Politik BEM UHAMKA Tahun 2004-2005.&lt;br /&gt;f.  Ketua umum Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM UHAMKA) tahun 2005-2006.&lt;br /&gt;g. Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya (PERMAJA JAYA)tahun 2005-2008.&lt;br /&gt;h. Aktifis BEM Se-Jabotabek dan BEM se-Indonesia  tahun 2004-2005.&lt;br /&gt;i. Salah satu pendiri Lingkar Mahasiswa  Jakarta Raya (LIMA JAYA) tahun 2005.&lt;br /&gt;j. Koordinator pemuda dan mahasiswa BMKJ (Badan Musyawarah keluarga Jambi Jakarta raya Tahun 2007-2010.  &lt;br /&gt;k.Ketua Komisi pembentukan  BEM NUSANTARA  Tahun 2007.&lt;br /&gt;l. Salah satu Pendiri GARUDAMUDA INSTITUT Tahun 2008 .&lt;br /&gt;m. Calon anggota DPR RI dari PMB ( Partai Matahari Bangsa) Dapil provinsi jambi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4602378703988138023?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4602378703988138023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4602378703988138023' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4602378703988138023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4602378703988138023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/08/kemerdekaan-yang-semu.html' title='KEMERDEKAAN YANG SEMU'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SKTMaUmk1MI/AAAAAAAAAEw/4Omh-vQqoEQ/s72-c/merdeka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-8882346172482227242</id><published>2008-07-19T07:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-19T08:20:37.382-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Danau pauh'/><title type='text'>Potensi wisata Alam kecamatan Jangkat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH4dc3PnBI/AAAAAAAAACY/0zVYliAReuo/s1600-h/danau+pauh...jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH4dc3PnBI/AAAAAAAAACY/0zVYliAReuo/s400/danau+pauh...jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224730227574283282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH4dc3PnBI/AAAAAAAAACY/0zVYliAReuo/s1600-h/danau+pauh...jpg"&gt;Danau Pauh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kecamatan jangkat merupakan kecamatan yang begitu indah yang memiliki ibukota Muara madras yang diapit oleh dua sungai yaitu batang mentenang dan batang manderas yang begitu jernih dan mempesona. Mata pencaharian penduduk umumnya bertani, dengan tambahan usaha berkebun. Tetapi bukan hanya itu yang membuat kecamatan ini istimewa. Sebab ternyata kecamatan menyimpan berbagai jenis wisata alam yang begitu indah dan mempesona setiap pengunjung yang sengaja singgah atau sekedar melewati wilayah tersebut , di antaranya panorama desa, empat danau, berbagai air terjun serta jalan antara desa ke desa yang dihiasi dengan hutan yang menyejukkan sawah-sawah dan perkebunan palawija dan Casiavera sejenis tumbuhan kayu manis milik masyarakat setempat . Mengenai panorama , bisa dikatakan kecamatan ini ini merupakan salah satu kecamatan terindah di pertiwi ini. Persawahan yang menghampar dengan lumbung-lumbung padi. Hutan yang masih hijau diringi kicawan burung - burung dan margasatwa yang tidak kita temui ditempat lain , lengkap dengan sungai yang mengalir jernih dangan ikan-ikan yang berkembang biak secara alamiah di dalamnya.&lt;br /&gt;Menikmati pemandangan alam pegunungan , seperti tak akan ada habisnya kita bergumam dan berdecak kagum akan keindahannya. Semua seperti gambaran panorama segumpal tanah surga yang jatuh kebumi.&lt;br /&gt;Bila ingin menambah kekaguman lagi mengenai keindahan wisata di sini, bisa juga kita menyempatkan diri menyinggahi danau-danau di sekitar desa. danau-danau itu biasa dikenal dengan nama Danau Dipati Empat (Gedang), Danau Pauh dan Danau Kecil (Kecik) Danau Tinggi.&lt;br /&gt;Dipati Empat merupakan danau terbesar diantara danau-danau tersebut. Terletak di bagian barat desa pulau tengah, berjarak sekitar empat jam perjalanan. Namun disarankan bagi Anda yang ingin mengunjungi danau ini, agar mempersiapkan perjalanan sebaiknya karena masih sulitnya jalur yang harus ditempuh.&lt;br /&gt;Danau- danau lainnya, biasa disebut penduduk sekitar dengan nama Danau tinggi, Danau Pauh dan Danau Kecik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH3HxAtrzI/AAAAAAAAACQ/Xztn9C8A6Mg/s1600-h/mentenang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH3HxAtrzI/AAAAAAAAACQ/Xztn9C8A6Mg/s400/mentenang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224728755513962290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sungai Batang Mentenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedang kan danau tinggi betul-betul danau yang masih memiliki nuansa pepohonan rindang yang begitu sejuk dengan burung-burung dan hewan-hewan seperti Rusa,Anoa ,kambing hutan dan lainnya, yang terletak didataran tinggi talang batang manderas sebelah tumur tenggara ibukota kecamatan jangkat dapat ditempuh dalam waktu 90 menit berjalan kaki dengan menyusuri sungai dan sawah yang menguning hingga kehulu . &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Danau Pauh dan Danau Kecik terletak berdekatan di bagian utara desa pulau tengah . Berada di kilometer 4 dan dapat ditempuh dengan mobil atau motor selama 25 menit perjalanan dari desa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;menurut cerita masyarakat setempat disebut sebagai Danau Pauh karena dahulu banyak pohon Pauh di sekitar pinggiran danau. Pohon Pauh ini menurut mereka, berbuah mirip mangga, dengan getah di sana-sini.&lt;br /&gt;Danau Kecik juga ternyata tak kalah berseleranya untuk didatangi. Danau terkecil di antara ketiga danau tadi, juga menyimpan aset berharga sebagai daerah tujuan wisata. Letaknya disekitar i perkebunan dibawah lembah membentuk seperti lekukan dikelilingi hamparan sawah yang tertata rapih dengan sistem terasiring, malah membuat danau ini laksana colloseum di Roma.&lt;br /&gt;Tak terbayangkan indahnya, bila padi yang terdapat di sekeliling danau kecil tersebut mulai menguning. Pasti pemandangan yang tercipta sulit tertandingi oleh bagian manapun di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Grao(Sumber Air panas) dan Air terjun&lt;br /&gt;Aset wisata lain yang tampaknya belum juga tergali adalah sumber air panas yang bisa menari-nari yang disebut grao dan air terjun seperti air terjun Mentalun yang bertingkat dua. Bagian air terjun yang bawah setinggi 40 meter. Dengan air yang jatuh jernih di atas kolam selebar enam meter. Menurut penduduk setempat masih terdapat banyak ikan di bawah air terjun tersebut.&lt;br /&gt;Namun hingga kini beberapa masalah masih melingkupi potensi wisata ini. Seperti sulitnya jalan masuk menuju Danau Dipati Empat dan air terjun-tejun lainnya . Karena kita harus berjalan kaki berjam-jam menuju ke sana.&lt;br /&gt;Kesulitan ini kemudian ditambah dengan belum maksimalnya pembangunan sarana transportasi menuju lokasi. Hanya mobil–mobil jenis tertentu asaja yang bisa mengakses tempat tersebut sedangkan mobil sejenis sedan akan kandas sebelum mencapai lokasi.&lt;br /&gt;aset aset tersebut sebenarnya merupakan potensi wisata yang sangat berpeluang untuk meningkatkan pendapatan daerah jika dikelola sebaik mungkin bahkan akan menjadi tujuan wisata nasional nantinya .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-8882346172482227242?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/8882346172482227242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=8882346172482227242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/8882346172482227242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/8882346172482227242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/potensi-wisata-alam-kecamatan-jangkat_19.html' title='Potensi wisata Alam kecamatan Jangkat'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH4dc3PnBI/AAAAAAAAACY/0zVYliAReuo/s72-c/danau+pauh...jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4395878088644194936</id><published>2008-07-15T08:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-19T07:30:45.569-07:00</updated><title type='text'>Danau pauh objek wisata alam yang memiliki potensi bisnis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH6fBWkzQI/AAAAAAAAACo/Zufm7QeiISo/s1600-h/danau+pauh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH6fBWkzQI/AAAAAAAAACo/Zufm7QeiISo/s400/danau+pauh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224732453572496642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Danau Pauh terletak di Desa Pulau Tengah yang berjarak 96 Km dari Kota Bangko dapat dicapai dengan kendaraan roda empat sampai ke pinggir danau. Luas Danau 70 Ha dengan ketinggian 1200M dpl kedalaman mencapai 20 meter. Disekitar danau terdapat rumah penduduk yang dihiasi oleh sebagian Hutan TNKS dan Perkebunan Rakyat seperti Kopi, Kayu Manis, Kentang, Cabe dan Sayuran Daerah Berhawa dingin.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Danau ini masih asri, airnya jernih tidak tercemar, tenang dan tidak berombak, kalau dilihat dari kajauhan airnya kelihatan berwarna biru bak air laut. Untuk menjaga keasrian air danau Masyarakat yang tinggal disekitar danau, tidak memanfaatkan air danau untuk MCK, mereka lebih menggunakan air pancuran yang bersumber dari mata air Gunung Masurai.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Pemandangan alam yang menarik alami dan mempesona dilatar belakangi oleh Panorama Gunung Masurai. Lokasi ini sangat cocok dikembangkan untuk Olahraga Ski Air dan bermain Speed Boat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4395878088644194936?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4395878088644194936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4395878088644194936' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4395878088644194936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4395878088644194936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/danau-pauh-objek-wisata-alam-yang.html' title='Danau pauh objek wisata alam yang memiliki potensi bisnis'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SIH6fBWkzQI/AAAAAAAAACo/Zufm7QeiISo/s72-c/danau+pauh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-3709216555052061045</id><published>2008-07-15T08:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T15:33:42.919-07:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang Kandidat Presiden Amerika Serikat: Barack Obama</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; &lt;img maxdimension="180" src="http://forum-politisi.org/i/Barack_Obama_1.jpg" align="left" vspace="15" width="134" height="180" hspace="15" /&gt; &lt;p&gt;Meski namanya baru dikenal publik Amerika Serikat (AS) sekitar 2 tahun lalu, namun kehadirannya sudah mampu menandingi pesaing lainnya dalam kancah kandidat presiden AS. &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Barack Obama&lt;/a&gt; dikenal sebagai seorang sosok politisi yang senang berkomunikasi baik langsung maupun tidak dengan warga AS. Beliau seringkali menuangkan isi pikiran, pendapat serta ide-ide barunya yang dikemas dalam sebuah audiofile podcasting yang selalu bisa diakses oleh publik di seluruh dunia. Suaranya yang bersahaja dan ramah mengesankan seolah-olah beliau sedang berbicara langsung secara personal kepada para pendengarnya. Hal ini tentunya patut dijadikan sebuah keuntungan yang belum tentu dimiliki oleh setiap politisi dimanapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baru-baru ini, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; juga menggelar sebuah orasi, sebuah kegiatan yang sering beliau lakukan dan berorasi memang suatu kehandalan yang dimilikinya. Orasinya kali ini dilakukan di sebuah taman di Nevada pada waktu siang hari. Walaupun teriknya matahari terasa sungguh menyengat siang itu, namun tidak ada satu orang pun yang malah sibuk mencari tempat teduh di taman tersebut. Semua pengunjung taman tampak terkesima dengan orasi yang disampaikan &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; siang itu. Tidak ada satupun kandidat presiden AS lainnya yang mampu mengumpulkan begitu banyak orang yang bersemangat ingin mendengarkan orasi seorang politisi. Beberapa pengunjung yakin bahwa ”dialah orang yang ditunggu-tunggu Amerika”. Salah seorang pengunjung taman yang kebetulan juga seorang penggemar &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt;, Michelle, pernah menuliskan pesan di situs web-nya &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt;. Pesannya adalah bahwa ia berharap akan ada peraturan yang menyulitkan orang-orang yang berpenyakit mental dalam memperoleh/membeli senapan. Tidak lama kemudian, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; membuat usulan yang sama persis. Michelle beranggapan bahwa usulan yang dibuatnyalah yang menginspirasi &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt;. Namun orang lain beranggapan bahwa usulan &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; semata hanya karena kasus penembak yang membunuh 32 orang di Virginia beberapa waktu lalu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapakah &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; sebenarnya? Ia mengaku dirinya adalah anak dari ayahnya yang berdarah Kenya yang kesehariannya menggembala kambing. Suatu masa, ayahnya mendapat beasiswa untuk belajar di AS, dimana ia akhirnya menikah dengan seorang wanita berkulit putih dari Kansas. Walaupun orang tuanya tidak kaya, tapi mereka berhasil menyekolahkan anaknya di &lt;a href="http://www.harvard.edu/"&gt;Harvard&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img style="width: 88px; height: 120px;" src="http://forum-politisi.org/i/design/Democrat%20Party_1.jpg" align="right" vspace="10" width="150" height="187" hspace="10" /&gt;Sekarang ini, mungkin kulit hitamnya bisa membantu posisinya dalam pemilu presiden nanti. Beberapa generasi lalu, hal ini justru akan merugikan dan bahkan fatal bagi dirinya. Namun kini, masyarakat kulit putih AS justru menilai hal ini sebagai tanda optimistik dari fron rasial. Banyak diantara mereka akan memilih presiden berkulit hitam dan menunjukkan pada dunia, dan diri mereka sendiri, bahwa kulit hitam bukanlah pecundang. Beberapa juga berpendapat bahwa, ”Saatnya telah tiba. Sejauh ini hanya ada pria kulit putih dari kalangan kelas atas.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keadaan sekarang ini tentunya merupakan sebuah kesempatan dan keuntungan yang harus diraih oleh &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt;. Meski beberapa masyarakat kulit hitam masih meragukan posisi &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; “di kalangan kulit hitam”, karena nenek moyangnya tidak dibawa ke AS sebagai budak dan beliau juga tidak memegang peran dalam gerakan memperjuangkan hak-hak sipil. Menanggapi ini, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; berkata bahwa dirinya telah banyak berjuang melawan isu rasial. Dalam otobiografinya, beliau ingat akan masa kecilnya dimana seorang kulit hitam telah disiksa dengan menggunakan racun kimia untuk memutihkan kulitnya. Beliau juga pernah menonjok seseorang yang menghinanya dan mengejeknya. Namun sebagai seorang yang berpikiran secara dewasa, dirinya memilih untuk menempuh jalan konsiliasi dibanding konflik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski demikian, mampukah karisma &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; memenangkan dirinya dalam nominasi presiden nantinya? Menurut jajak pendapat, mungkin tidak. &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; tetap belum bisa menyamakan kedudukan dengan organisasinya &lt;a href="http://www.hillaryclinton.com/?splash=1"&gt;Hillary Clinton&lt;/a&gt;. &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; masih tertinggal sekitar 10 poin di jajak pendapat nasional. Namun, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; berhasil menggalang dana lebih besar daripada &lt;a href="http://www.hillaryclinton.com/?splash=1"&gt;Clinton&lt;/a&gt; pada kwartal pertama tahun ini. Jajak pendapat lainnya mengatakan bahwa &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; memiliki kesempatan yang lebih baik dibanding &lt;a href="http://www.hillaryclinton.com/?splash=1"&gt;Clinton&lt;/a&gt; dalam mengalahkan kandidat papan atas dari Partai Republik, seperti &lt;a href="http://www.joinrudy2008.com/"&gt;Rudy Giuliani&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.johnmccain.com/"&gt;John McCain&lt;/a&gt;. Jelas, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; tetap harus dianggap sebagai kandidat yang berpotensi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Posisinya mengenai perang Irak sangat jelas. Sedikit berbeda dari lawan utamanya, sejak awal, &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; jelas mengatakan tidak setuju dengan perang Irak. Berbicara mengenai kebijakan luar negeri, dirinya bersikap ambisius dan idealistik. Secara gamblang beliau berkata bahwa posisi sebagai pemimpin bagi dunia bebas ini terbuka lebar dan dia ingin menempati posisi tersebut. &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; ingin bekerja dengan Rusia untuk mengamankan bahan-bahan nuklir, pada saat bersamaan mendorong demokrasi dan transparansi di sana. Beliau juga ingin memperkuat &lt;a href="http://www.nato.int/"&gt;NATO&lt;/a&gt;, membangun aliansi baru di Asia, menghentikan genosida di Darfur, memperjuangkan perdamaian di Timur Tengah, dan membantu negara-negara miskin membangun ekonomi pasar yang berfungsi. &lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;Obama&lt;/a&gt; tidak berbicara banyak mengenai ekonomi. Ia hanya ingin mengalokasikan dana yang lebih besar untuk sekolah, subsidi kesehatan, dan kepentingan veteran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The Economist&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://www.barackobama.com/"&gt;http://www.barackobama.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-3709216555052061045?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/3709216555052061045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=3709216555052061045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3709216555052061045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/3709216555052061045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/sekilas-tentang-kandidat-presiden_15.html' title='Sekilas tentang Kandidat Presiden Amerika Serikat: Barack Obama'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4215142437002057530</id><published>2008-07-15T07:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T15:37:15.638-07:00</updated><title type='text'>Ir. Soekarno sang negarawan  dan nasionalis sejati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzG1Wyom-I/AAAAAAAAABo/ehW2XnPWNjQ/s1600-h/ima5.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzG1Wyom-I/AAAAAAAAABo/ehW2XnPWNjQ/s400/ima5.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223268287796255714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama Republik Indonesia, 1945- 1966, menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator yang lahir di Blitar, Jatim, 6 Juni 1901 ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: “Go to hell with your aid.” Persetan dengan bantuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengajak negara-nega-ra sedang berkembang (baru merdeka) bersatu. Pemimpin Besar Revolusi ini juga berhasil mengge-lorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pencinta seni ini memiliki slogan yang kuat menggantungkan cita-cita setinggi bintang untuk membawa rakyatnya menuju kehidupan sejahtera, adil makmur. Ideologi pembangunan yang dianut pria yang berasal dari keturunan bangsawan Jawa (Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, suku Jawa dan ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai, suku Bali), ini bila dilihat dari buku Pioneers in Development, kira-kira condong menganut ideologi pembangunan yang dilahirkan kaum ekonom yang tak mengenal kamus bahwa membangun suatu negeri harus mengemis kepada Barat. Tapi bagi mereka, haram hukumnya meminta-minta bantuan asing. Bersentuhan dengan negara Barat yang kaya, apalagi sampai meminta bantuan, justru mencelakakan si melarat (negara miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Bung Karno, yang ketika kecil bernama Kusno, ini tampaknya tak ada kisah manis bagi negara-negara miskin yang membangun dengan modal dan bantuan asing. Semua tetek bengek manajemen pembangunan yang diperbantukan dan arus teknologi modern yang dialihkan — agar si miskin jadi kaya dan mengejar Barat — hanyalah alat pengisap kekayaan si miskin yang membuatnya makin terbelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Bung Karno yang berhasil menggelorakan semangat revolusi dan mengajak berdiri di atas kaki sendiri bagi bangsanya, walaupun belum sempat berhasil membawa rakyatnya dalam kehidupan yang sejahtera. Konsep “berdiri di atas kaki sendiri” memang belum sampai ke tujuan tetapi setidaknya berhasil memberikan kebanggaan pada eksistensi bangsa. Daripada berdiri di atas utang luar negeri yang terbukti menghadirkan ketergantungan dan ketidakberdayaan (noekolonialisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kecil Bung Karno sudah diisi semangat kemandirian. Ia hanya beberapa tahun hidup bersama orang tua di Blitar. Semasa SD hingga tamat, ia tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjut di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu ia pun telah menggembleng jiwa nasio-nalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, ia pindah ke Bandung dan me-lanjutkan ke THS (Technische Hooge-school atau Sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, ia merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda, si penjajah, menjebloskannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul ‘Indonesia Menggugat’, dengan gagah berani ia menelanjangi kebobrokan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas (1931), Bung Karno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, ia kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, ia juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan ia berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik sangat hebat. Ia pun tak mau membubarkan PKI yang dituduh oleh mahasiswa dan TNI sebagai dalang kekejaman pembunuh para jenderal itu. Suasana politik makin kacau. Sehingga pada 11 Maret 1966 ia mengeluarkan surat perintah kepada Soeharto untuk mengendalikan situasi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Supersemar. Tapi, inilah awal kejatuh-annya. Sebab Soeharto menggunakan Supersemar itu membubarkan PKI dan merebut simpati para politisi dan mahasiswa serta ‘merebut’ kekuasaan. MPR mengukuhkan Supersemar itu dan menolak pertanggungjawaban Soekarno serta mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bung Karno ‘dipenjarakan’ di Wisma Yaso, Jakarta. Kesehatannya terus memburuk. Akhirnya, pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Paduka Yang Mulia Pemimpin Besar Revolusi ini meninggalkan 8 orang anak. Dari Fatmawati mendapatkan lima anak yaitu Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Dari Hartini mendapat dua anak yaitu Taufan dan Bayu. Sedangkan dari Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mendapatkan seorang putri yaitu Kartika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orator Ulung&lt;br /&gt;Presiden pertama RI itu pun dikenal sebagai orator yang ulung, yang dapat berpidato secara amat berapi-api tentang revolusi nasional, neokolonialis-me dan imperialisme. Ia juga amat percaya pada kekuatan massa, kekuatan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat,” kata Bung Karno, dalam karyanya ‘Menggali Api Pancasila’. Suatu ungkapan yang cukup jujur dari seorang orator besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala berbahasa Bung Karno merupakan fenomena langka yang mengundang kagum banyak orang. Kemahirannya menggunakan bahasa dengan segala macam gayanya berhubungan dengan kepribadiannya. Hal ini tercermin dalam autobiografi, karangan-karangan dan buku-buku sejarah yang memuat sepak terjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah seorang cen-dekiawan yang meninggal-kan ratusan karya tulis dan beberapa naskah dra-ma yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende, Flores. Kumpulan tulisannya sudah diterbit-kan dengan judul “Diba-wah Bendera Revolusi”, dua jilid. Jilid pertama boleh dikatakan paling menarik dan paling penting karena mewakili diri Soekarno sebagai Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut tulisan pertama yang bermula dari tahun 1926, dengan judul “Nasionalis-me, Islamisme, dan Marxisme” adalah paling menarik dan mungkin paling penting sebagai titik-tolak dalam upaya memahami Soekarno dalam gelora masa mudanya, seorang pemuda berumur 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kebesarannya, sang orator ulung dan penulis piawai, ini selalu membutuhkan dukungan orang lain. Ia tak tahan kesepian dan tak suka tempat tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir masa kekuasaannya, ia sering merasa kesepian. Dalam autobio-grafinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat itu, bercerita. “Aku tak tidur selama enam tahun. Aku tak dapat tidur barang sekejap. Kadang-kadang, di larut malam, aku menelepon seseorang yang dekat denganku seperti misalnya Subandrio, Wakil Perdana Menteri Satu dan kataku, ‘Bandrio datanglah ke tempat saya, temani saya, ceritakan padaku sesuatu yang ganjil, ceritakanlah suatu lelucon, berceritalah tentang apa saja asal jangan mengenai politik. Dan kalau saya tertidur, maafkanlah.... Untuk pertama kali dalam hidupku aku mulai makan obat tidur. Aku lelah. Terlalu lelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bagian lain disebutkan, “Ditinjau secara keseluruhan maka jabatan presiden tak ubahnya seperti suatu pengasingan yang terpencil... Seringkali pikiran oranglah yang berubah-ubah, bukan pikiranmu... Mereka turut menciptakan pulau kesepian ini di sekelilingmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti Imperialisme&lt;br /&gt;Pada 17 Mei 1956. Bung Karno mendapat kehormatan menyampaikan pidato di depan Kongres Amerika Serikat. Sebagaimana dilaporkan New York Times (halaman pertama) pada hari berikutnya, dalam pidato itu dengan gigih ia menyerang kolonialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perjuangan dan pengorbanan yang telah kami lakukan demi pembebasan rakyat kami dari belenggu kolonialisme, telah berlangsung dari generasi ke generasi selama berabad-abad. Tetapi, perjuangan itu masih belum selesai. Bagaimana perjuangan itu bisa dikatakan selesai jika jutaan manusia di Asia maupun Afrika masih berada di bawah dominasi kolonial, masih belum bisa menikmati kemerdekaan?” pekik Soekarno ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, meskipun pidato itu dengan keras menentang kolonialisme dan imperialisme, serta cukup kritis terhadap negara-negara Barat, ia mendapat sambutan luar biasa di Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato itu menunjukkan konsistensi pemikiran dan sikap-sikap Bung Karno yang sejak masa mudanya antikolonialisme. Terutama pada periode 1926-1933, semangat antikolonialisme dan anti-imperialisme itu sudah jelas dikedepankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas dan tegas ingatan kolektif dari pahitnya kolonialisme yang dilakukan negara asing yang kaya itu. Namun, kata dan fakta adalah dua hal yang berbeda, dan tak jarang saling bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno dan para penggagas nasionalisme lainnya dipaksa bergulat di antara “kata” dan “fakta” politik yang dicoba dirajut namun ternyata tidak mudah, dan tak jarang menemui jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno yang rajin berkata-kata, antara lain mengenai gagasan besarnya menyatukan kaum nasionalis, agama dan komunis (1926) menemukan kenyataan yang sama sekali bertolak belakang, ketika ia mencobanya menjadi fakta. Begitu pula gagasan besarnya yang lain: marhaenisme, atau nasionalisme marhaenistis, yang matang dikonsepsikan pada tahun 1932. Bahkan, gagasannya mengenai Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Kontroversial&lt;br /&gt;Sebagai sosok yang memiliki prinsip tegas, Bung Karno kerap dianggap sebagai tokoh kontroversial. Maka tak heran jika dia memiliki lawan maupun kawan yang berani secara terang-terangan mengritik maupun membela pandangannya. Di mata lawan-lawan politiknya di Tanah Air, ia dianggap mewakili sosok politisi kaum abangan yang “kurang islami”. Mereka bahkan menggolongkannya sebagai gembong kelompok “nasionalis sekuler”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, di mata Syeikh Mahmud Syaltut dari Cairo, penggali Pancasila itu adalah Qaida adzima min quwada harkat al-harir fii al-balad al-Islam (Pemimpin besar dari gerakan kemerdekaan di negeri-negeri Islam). Malahan, Demokrasi Terpimpin, yang di dalam negeri diperdebatkan, justru dipuji oleh syeikh al-Azhar itu sebagai, “lam yakun ila shuratu min shara asy syuraa’ allatiy ja’alha al-Qur’an sya’ana min syu’un al-mu’minin” (tidak lain hanyalah salah satu gambaran dari permusyawaratan yang dijadikan oleh Al Quran sebagai dasar bagi kaum beriman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala memuncak ketegangan antara Israel dan negara-negara Arab soal status Palestina ketika itu, pers sensasional Arab menyambut Bung Karno, “Juara untuk kepentingan-kepentingan Arab telah tiba”. Begitu pula, Tahta Suci Vatikan memberikan tiga gelar penghargaan kepada presiden dari Republik yang mayoritas Muslim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pembelaan Bung Karno terhadap kaum tertindas tidak hanya untuk negerinya namun juga negeri lain. Itulah sebabnya, mengapa ia dipuja habis oleh bangsa Arab yang tengah menghadapi serangan Israel kala itu. Bung Karno dianggap sebagai pemimpin kaum Muslim. Padahal, di dalam negeri sendiri ia kerap dipandang lebih sebagai kaum abangan daripada kaum santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, seberapa religiuskah Bung Karno? Bukankah ia juga dalam konsepsi Pancasila merumuskan sila Ketuhanan Yang Maha Esa? Sila yang menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan mengakui lima agama. Bagaimana mungkin merangkum visi lima agama itu dalam satu kalimat yang mendasar itu kalau si pembuat kalimat tidak memahami konteks kehidupan beragama di Indonesia secara benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini elok dikutip pendapat Clifford Geertz Islam Observed (1982): “Gaya religius Soekarno adalah gaya Soekarno sendiri.” Betapa tidak? Kepada Louise Fischer, Bung Karno pernah mengaku bahwa ia sekaligus Muslim, Kristen, dan Hindu. Di mata pengamat seperti Geertz, pengakuan semacam itu dianggap sebagai “bergaya ekspansif seolah-olah hendak merangkul seluruh dunia”. Sebaliknya, ungkapan semacam itu-pada hemat BJ Boland dalam The Struggle of Islam in Modern Indonesia (1982)- “hanya merupakan perwujudan dari perasaan keagamaan sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya Jawa”. Bagi penghayatan spiritual Timur, ucapan itu justru “merupakan keberanian untuk menyuarakan berbagai pemikiran yang mungkin bisa dituduh para agamawan formalis sebagai bidah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Politik&lt;br /&gt;Soekarno memiliki pandangan mengenai sistem politik yang didukungnya adalah yang paling “cocok” dengan “kepribadian” dan “budaya” khas bangsa Indonesia yang konon mementingkan kerja sama, gotong-royong, dan keselarasan. Dalam retorika, ia mengecam “individualisme” yang katanya lahir dari liberalisme Barat. Individualisme itu melahirkan egoisme, dan ini terutama dicerminkan oleh pertarungan antarpartai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mencetuskan Demokrasi Terpimpin. Dalam berpolitik Soekarno mementingkan politik mobilisasi massa, ia bersimpati pada gerakan-gerakan anti-imperialisme, dan mungkin sebagai salah satu konsekuensinya, penerimaannya pada Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai aktor politik yang sah, pendukung konsepsi demokrasi terpimpin. Jadi ia mencanangkan sistem politik yang berwatak anti-liberal dan curiga pada pluralisme politik. Ia mementingkan “persatuan” demi “revolusi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1950-an, Indonesia memang ditandai oleh ketidakstabilan politik yang disebabkan oleh sistem demokrasi parlementer. Sistem ini bersifat sangat liberal, dan didominasi oleh partai-partai politik yang menguasai parlemen. Pemilu 1955-yang dimenangkan empat kekuatan besar, Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU) serta PKI- hingga kini masih dianggap sebagai pemilu paling bebas dan bersih yang pernah dilaksanakan sepanjang sejarah Indonesia. Namun, di sisi lain dari sistem parlemen yang dikuasai partai itu adalah sering jatuh bangunnya kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa integritas nasional terus-menerus diancam oleh berbagai gerakan separatis, yakni DI/TI, PRRI/Permesta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini membuat Soekarno makin curiga pada partai politik karena dia menganggap Masyumi, dan juga PSI, terlibat dalam beberapa pemberontakan daerah.&lt;br /&gt;Kemudian, Soekarno mendekritkan kembalinya Indonesia pada UUD 1945 karena kegagalan Konstituante untuk memutuskan UUD baru untuk Indonesia, akibat perdebatan berlarut-larut, terutama antara kekuatan nasionalis sekuler dan kekuatan Islam mengenai dasar negara.&lt;br /&gt;(sumber &lt;span style="color: rgb(0, 255, 204);"&gt;Ensiklopedi Tokoh Indonesia        )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4215142437002057530?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4215142437002057530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4215142437002057530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4215142437002057530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4215142437002057530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/ir-soekarno.html' title='Ir. Soekarno sang negarawan  dan nasionalis sejati'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzG1Wyom-I/AAAAAAAAABo/ehW2XnPWNjQ/s72-c/ima5.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6209203760682066854</id><published>2008-07-15T07:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T07:17:26.515-07:00</updated><title type='text'>Biografi HAMKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHyxYGzSFTI/AAAAAAAAAA4/67wcEekvPyQ/s1600-h/im5.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHyxYGzSFTI/AAAAAAAAAA4/67wcEekvPyQ/s400/im5.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223244695543616818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan dan guru agama di Padang Panjang pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, Haji Fachrudin, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di Yogyakarta pada tahun 1950.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6209203760682066854?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6209203760682066854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6209203760682066854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6209203760682066854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6209203760682066854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/biografi-hamka.html' title='Biografi HAMKA'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHyxYGzSFTI/AAAAAAAAAA4/67wcEekvPyQ/s72-c/im5.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-6446900442913036477</id><published>2008-07-14T20:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T08:51:58.054-07:00</updated><title type='text'>Petani Jangkat Kesulitan Benih Kentang Unggul</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana;"&gt; &lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Jambi, Kompas - Ratusan petani kentang di berbagai desa di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sekitar 425 kilometer barat Kota Jambi, kesulitan benih unggul. Akibatnya mereka menanam benih yang diperbanyak sendiri, yaitu sudah enam hingga tujuh kali tanam atau turunan.  Tanaman kentang yang berasal dari benih enam atau tujuh turunan produksinya rendah. Produksi kentang, maksimum satu berbanding sepuluh atau satu kilogram benih hasilnya saat panen 10 kilogram. Sebagian bahkan kurang, hanya satu berbanding tujuh atau satu berbanding lima.  Topan (28), petani kentang di Muara Madras, Rabu (17/8) pekan lalu, mengatakan, petani kentang di Jangkat terjepit biaya produksi yang tinggi, akibat tingginya harga benih unggul, pupuk dan obat-obatan mahal. Harga benih unggul asal Pengalengan Jawa Barat di Jangkat Rp 10.000-Rp 12.000 per kilogram, katanya.  Sementara harga per kilogram pupuk urea Rp 1.400, SP-36 Rp 2.000, dan KCl Rp 2.000. Adapun Obat-obatan untuk satu hektar menghabiskan biaya sekitar Rp 7,5 juta.  Anggota Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Provinsi Jambi, Hendri Masyhur, Rabu mengatakan, dewan sudah minta kepada pemerintah untuk mempercepat pengembangan Balai Benih Induk (BBI) kentang di Kerinci.  Melalui dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun 2005 ini, pemerintah provinsi menganggarkan Rp 312 juta untuk peningkatan penyediaan benih kentang melalui BBI Kentang, Kerinci, ujar Hendri.  Ketua DPRD Provinsi Jambi, Zurman Manap, berjanji akan memberikan perhatian lebih dan mendorong pemerintah untuk menyediakan benih ketang unggul dan benih komoditas pertanian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-6446900442913036477?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/6446900442913036477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=6446900442913036477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6446900442913036477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/6446900442913036477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/petani-jangkat-kesulitan-benih-kentang.html' title='Petani Jangkat Kesulitan Benih Kentang Unggul'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-2720395260838640262</id><published>2008-07-14T19:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T09:02:38.111-07:00</updated><title type='text'>“Tajdid Gerakan Mewujudkan Kepemimpinan Kaum Muda”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzKEAy_UbI/AAAAAAAAAB4/paly8sB6FA0/s1600-h/imm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzKEAy_UbI/AAAAAAAAAB4/paly8sB6FA0/s400/imm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223271838125085106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Slogan “saatnya kaum muda memimpin” menjadi isu besar yang disuguhkan media beberapa waktu terakhir, karena itu merupakan buah dari kebuntuan perubahan bangsa, adanya harapan saatnya kaum muda memimpin. Betapapun juga, hadirnya alternatif kepemimpinan menjadi sebuah keharusan di tengah realitas elite politik yang tidak memberi kemungkinan hadirnya perubahan. Tetapi, harapan ini menjadi naif, saat konsentrasi perubahan kepemimpinan hanya ditekankan pada pimpinan puncak negeri ini sebagaimana yang mengemuka di publik beberapa waktu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang penting menjadi semangat kaum muda adalah bahwa kepemimpinan bukanlah pemberian, tetapi kepemimpinan merupakan buah dari usaha. Karena itulah tekanan pada kata “muda” hendaknya tidak mengabaikan aspek kemampuan dan kemauan untuk meraihnya. Inilah yang sesungguhnya menjadi spirit dari pesan Nabi Saw bahwa “bukanlah kaum muda yang mengatakan ini bapakku (ini pemberian bapakku), tapi kaum muda adalah mereka yang mengatakan inilah aku (ini karya dan usahaku).” Dalam hal ini, cita-cita memimpin bukanlah buah dari rengekan kaum muda terhadap kaum tua, tapi merupakan karya dan jerih payah yang diupayakan oleh kaum muda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu elemen kaum muda, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hendak mendiseminasikan gagasan ini, selain sebagai wujud dari kontribusi kebangsaan, juga sebagai representasi dari kaum muda yang oleh Richard Robinson—kaum muda itu—dikategorikan sebagai bagian dari kelas menengah sosial, yakni mereka yang datang dari kelas intelektual dengan pengetahuan yang mapan. Oleh karena itu, momentum Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang akan digelar pada 26-31 Mei 2008 menjadi momentum yang sangat strategis untuk mendiseminasikan gagasan kepemimpinan kaum muda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, semangat tajdid sebagaimana tema Muktamar “Tajdid Gerakan Mewujudkan Kepemimpinan Kaum Muda” ini, memiliki—sekurang-kurangnya—dua pijakan, yaitu pertama, rekonstruktif, yaitu perubahan cara pandang terhadap teks “kaum muda”. Dalam hal ini bahwa “muda” bermakna semangat muda, bukan semata-mata usia muda tapi juga memiliki kemampuan dan kemauan untuk berubah dan merubah keadaan. Selain itu, tajdid dalam hal ini juga mesti menebar ke berbagai lini keumatan dan kebangsaan. Kedua, tajdid yang bermakna pembaruan juga mesti dalam jalinan semangat al-muhâfazhatu ‘alalqâdîmishâlihi wal akhdzu biljadîdilashlah.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah proses sirkulasi kepemimpinan, menggelar muktamar adalah sebuah keharusan. Apalagi berbarengan dengan momentum diseminasi kepemimpinan kaum muda, tentu merupakan keharusan yang lain yang mesti dilakukan oleh IMM. Dalam memberikan kontribusi dan memainkan peran sosial keagamaannya. IMM juga harus menjalankan peran-peran baru yang dipandang lebih baik dan lebih bermaslahat bagi kemajuan peradaban. ( sumber:Kutipan Proposal mukhtamar IMM XIII)&lt;br /&gt;Fahman Habibi&lt;br /&gt;(Koordinator Humas publikasi dan Dokumentasi Panitia Muktamar Pusat)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-2720395260838640262?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/2720395260838640262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=2720395260838640262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/2720395260838640262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/2720395260838640262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/07/muktamar-ikatan-mahasiswa-muhammadiyah.html' title='“Tajdid Gerakan Mewujudkan Kepemimpinan Kaum Muda”'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHzKEAy_UbI/AAAAAAAAAB4/paly8sB6FA0/s72-c/imm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-100355906226969378.post-4096321022039503906</id><published>2008-04-04T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T19:44:32.612-07:00</updated><title type='text'>tulisan pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHwOwqctEQI/AAAAAAAAAAg/S9sthL0foIs/s1600-h/IMG_1686.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHwOwqctEQI/AAAAAAAAAAg/S9sthL0foIs/s400/IMG_1686.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223065897034125570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;hampir semua  makhluk hidup pasti memiliki ketergantungan terhadap makhluk lainnya  itulah yang disebut dengan sebuah rantai kehidupan yang nantinya akan dipopulerkan menjadi sebuah kata yaitu organisasi ,sedangkan organisasi bagi manusia adalah sebuah wadah untuk memasarkan potensi diri agar bisa dikenal dan dapat membawa sebuah perubahan bagi orang-orang yang ada disekitarnya. setiap organisasi telah dihadiahkan oleh tuhan seorang pemimpin yang mencerminkan anggota yang dipimpinnya meski penunjukan seorang pemimpin dalam suatu organisasi melalui tahapan dan dinamikan yang setiap organisasi boleh menentukan sistemnya sendiri  meski terkadang sistem terkadang membuat orang atau pelaku organisasi menjadi kaku dan takajarang pula aturan itu dilanggar berdalihuntuk kemaslahatan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/100355906226969378-4096321022039503906?l=fahmaninstitut.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/feeds/4096321022039503906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=100355906226969378&amp;postID=4096321022039503906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4096321022039503906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/100355906226969378/posts/default/4096321022039503906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fahmaninstitut.blogspot.com/2008/04/tulisan-pertama.html' title='tulisan pertama'/><author><name>fahman institut</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07229774765672369468</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_jo1sdu5-xoY/SNdxquMwW3I/AAAAAAAAAGo/8AQumvILVlc/S220/p-man.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_jo1sdu5-xoY/SHwOwqctEQI/AAAAAAAAAAg/S9sthL0foIs/s72-c/IMG_1686.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
